Thursday, February 26, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

Admin by Admin
February 26, 2026
in Opini
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Magelang- Kegiatan pelatihan penulisan puisi bagi guru di SD Negeri Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo bukan sekadar agenda akademik biasa. Ia adalah penanda penting bahwa gerakan literasi sejati justru harus dimulai dari para guru—mereka yang setiap hari menanam benih bahasa, imajinasi, dan karakter pada anak-anak bangsa.

Kolaborasi bersama mahasiswa KKN Reguler 155 dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta menunjukkan bahwa perguruan tinggi dan sekolah dasar dapat bersinergi membangun ekosistem literasi dari akar rumput. Ketika dosen, mahasiswa, dan guru duduk bersama membicarakan puisi, sesungguhnya mereka sedang merancang masa depan budaya membaca dan menulis.

Menulis memang keterampilan bahasa yang paling kompleks. Ia menuntut kemampuan menyimak, berbicara, dan membaca yang matang. Karena itu, keberanian guru untuk mulai menulis—meski dari puisi sederhana—adalah lompatan mental yang besar. Dalam konteks pendidikan dasar, guru yang menulis bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjadi teladan nyata bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat.

Pelatihan ini juga menunjukkan bahwa kreativitas tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses, latihan, dan keberanian mencoba. Fakta bahwa dalam tiga hari sudah terkumpul belasan puisi membuktikan satu hal: potensi itu sebenarnya sudah ada, hanya menunggu ruang dan pendampingan.

Lebih jauh, rencana penerbitan karya oleh penerbit memperlihatkan pendekatan yang komprehensif—tidak berhenti pada pelatihan, tetapi sampai pada produk nyata berupa buku. Ini penting, karena karya yang terbit akan memberi dampak psikologis besar bagi guru: rasa percaya diri, kebanggaan profesional, dan motivasi untuk terus berkarya.

Harapan Kepala Sekolah agar guru-guru bangkit menjadi penulis seperti tokoh sastra Indonesia bukanlah mimpi berlebihan. Sejarah menunjukkan banyak sastrawan besar lahir dari dunia pendidikan dan keprihatinan sosial, seperti:

Berita Terkait

Green School

REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025  *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan

Load More
  • Buya Hamka
  • Sutan Takdir Alisyahbana
  • NH Dini
  • HB Jassin
  • Chairil Anwar
  • Musthofa Bisri
  • WS Rendra
  • Emha Ainun Nadjib

Mereka tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari kebiasaan membaca, merenung, dan menulis secara konsisten.

Dalam perspektif yang lebih luas, guru yang menulis akan melahirkan murid yang berpikir. Murid yang berpikir akan melahirkan masyarakat yang beradab. Dan masyarakat beradab adalah fondasi kemajuan bangsa.

Karena itu, mimpi menjadi penulis bagi guru SD bukan sekadar ambisi personal, melainkan investasi peradaban. Dari tangan guru yang menulis, lahir generasi yang mampu mengungkapkan gagasan, merawat empati, dan membangun Indonesia dengan kata-kata yang mencerahkan.

Jika kegiatan seperti ini berlanjut dan menyebar ke sekolah-sekolah lain, bukan mustahil Kulonprogo akan dikenal bukan hanya sebagai daerah agraris dan pesisir, tetapi juga sebagai lumbung penulis yang lahir dari ruang kelas sekolah dasar.

Pada akhirnya, ketika guru mulai menulis, sesungguhnya mereka sedang mengajari murid bahwa mimpi itu bisa ditulis — lalu diwujudkan.  ( Rochmad Taufiq)

Previous Post

Tradisi Lebaran di Kudus, Tak Lengkap Tanpa Cita Rasa Jenang Karomah

RelatedPosts

Green School
Opini

Green School

November 18, 2025
REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025   *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan
Opini

REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025  *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan

July 23, 2025
Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan
Berita

Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan

July 20, 2025
Tarekat Tanduriyah Oleh Noerjoso
Opini

Tarekat Tanduriyah Oleh Noerjoso

June 23, 2025
Inovasi Susu Biji Ketapang: Solusi Cerdas untuk Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Potensi Lokal
Opini

Inovasi Susu Biji Ketapang: Solusi Cerdas untuk Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Potensi Lokal

April 16, 2025
Nabi dan Ekosistem Pertanian, Merajut Harmoni dengan Alam
Kajian pertanian ekosistem

Nabi dan Ekosistem Pertanian, Merajut Harmoni dengan Alam

March 29, 2025

RECOMMENDED NEWS

Jammah Mushola Misbah dan Nurholis dilibatkan dalam Pemberdayaan Ekonomi Syariah melalui Budidaya Ayam Kampung

Jammah Mushola Misbah dan Nurholis dilibatkan dalam Pemberdayaan Ekonomi Syariah melalui Budidaya Ayam Kampung

2 years ago
Kisah Inspiratif Hanum Kumala Zahro: Perjalanan Menuju Cita-cita Sebagai Guru yang Gemilang

Kisah Inspiratif Hanum Kumala Zahro: Perjalanan Menuju Cita-cita Sebagai Guru yang Gemilang

2 years ago
Dukung Pelestarian Budaya Lokal, Wabup Sleman Buka Festival Langen Carita

Dukung Pelestarian Budaya Lokal, Wabup Sleman Buka Festival Langen Carita

2 years ago
Lurah Wergu Kulon Supel dan Merakyat, Guyub Bersama Pengelola BG Farm kios makmur

Lurah Wergu Kulon Supel dan Merakyat, Guyub Bersama Pengelola BG Farm kios makmur

2 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas
  • Tradisi Lebaran di Kudus, Tak Lengkap Tanpa Cita Rasa Jenang Karomah
  • Lahan Nganggur Bisa Jadi Tambang Uang! Permintaan 40 Ton Melon & 5 Ton Daun Singkong Siap Diserap Pasar

Category

Recent News

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

February 26, 2026
Tradisi Lebaran di Kudus, Tak Lengkap Tanpa Cita Rasa Jenang Karomah

Tradisi Lebaran di Kudus, Tak Lengkap Tanpa Cita Rasa Jenang Karomah

February 25, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved