Tuesday, April 28, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Doktor Yusron Ajak Mahasiswa Milenial Terjun ke Pertanian untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Admin by Admin
August 18, 2025
in Berita, Pemberdayaan, Pendidikan
A A
0
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynees.com- Magelang – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Doktor Yusron Masduki dalam acara yang digelar bersama PCM dan PCA Salam, Magelang, pada Minggu (18/8). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari warga, perangkat desa, mahasiswa, dan akademisi.

Dalam sambutannya, Doktor Yusron yang juga inisiator gerakan Nabung Pisang bersama sahabatnya Rochmad Taufiq, menekankan pentingnya peran generasi milenial dalam mengelola sektor pertanian.
“Pertanian ke depan harus dikelola oleh generasi muda yang terdidik. Hanya dengan itu, kita bisa menjaga keberlanjutan pangan bangsa,” ungkapnya.

Program Nabung Pisang yang digagas PCM Muhammadiyah Salam kini juga mulai dikolaborasikan dengan Nabung Umbi Talas dan Ubi Cilembu. Selanjutnya, tengah dirancang pengembangan ke arah Nabung Ayam dan Nabung Domba di sekitar kebun pisang.
“Dengan adanya ayam, masyarakat bisa mendapatkan pemasukan harian dari telur, sedangkan Nabung Domba mendorong kewajiban menanam jagung setiap hari. Dari situ kita bisa memperoleh tebon sebagai pakan domba sekaligus penghasilan harian dari jual tongkol jagungnya,” jelas Doktor Yusron saat berdiskusi dengan Rochmad Taufiq.

Selain program pertanian terpadu tersebut, Yusron menekankan pentingnya pendampingan generasi milenial melalui greenhouse mini di Kadipolo Wetan, penguatan UMKM berbasis pertanian, serta dukungan teknologi pengolahan hasil panen.
“Jangan hanya menjual hasil tanam mentah. Produk pertanian harus diolah, dikemas, dan dipasarkan secara modern melalui TikTok, Instagram, WhatsApp Group, maupun Facebook,” paparnya.

Berita Terkait

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

Load More

Ke depan, program digital marketing akan didampingi oleh dosen dan mahasiswa UAD Yogyakarta, sehingga daya saing produk olahan pertanian masyarakat meningkat signifikan.

Dalam diskusi lebih lanjut, Prof. Dr. Anton Yudhana menekankan pentingnya pengelolaan dari sisi manajemen organisasi pengolahan hasil pertanian, sementara Dr. Novi menyoroti perlunya ketertiban dari sisi keuangan agar roda bisnis olah pertanian meningkat. Dr. Sutipyo menambahkan, pendekatan ilahitah dalam pola tanam dan pengolahan hasil harus diawali niat berkarya sesuai tuntunan Rasulullah, berdoa, dan bertawakal dalam setiap langkah kehidupan.

Dosen PAI UAD, Dr. Yusron Masduki dan Dr. Sutipyo, menekankan pentingnya kolaborasi antar-ilmu: pertanian, teknologi pangan, biologi, bisnis, dan pendidikan Islam, yang harus dilakukan secara terintegrasi. Kedepannya, Desa Salam akan menjadi proyek pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dengan durasi 3–5 tahun, berbeda dengan program KKN yang hanya 1–2 bulan.

Gerakan ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bergotong royong menanam, memelihara, mengolah, sekaligus memasarkan hasil pertanian dan peternakan sebagai tabungan pangan sekaligus tabungan ekonomi masa depan.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIB ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Salam Wiyono, Kepala Dusun Kadipolo Wetan Suhardi, perwakilan RT Kadipolo Wetan, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mahasiswa dan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Ketua LPPM UAD Prof. Dr. Anton Yudhana.

Pertemuan yang dipimpin Ustadz Taufiq berlangsung hidup dan interaktif. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama dan syukuran kemerdekaan. Dalam refleksi penutupnya, Doktor Yusron mengingatkan bahwa makna kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa benar-benar merdeka dalam pangan, bukan sekadar merdeka secara formal. (Rochmad Taufiq)

Previous Post

Kisah Inspiratif (dan Kocak) di Balik Juara 2 Lomba B2SA PKK Mlati Kidul

Next Post

Alumni BSM 37 Gerak Bersama Mahasiswa dan Akademisi, Wujudkan Pertanian Organik Berkelanjutan

RelatedPosts

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP
Budaya

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP

April 19, 2026
Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi
Berita

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

April 14, 2026
Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian
Berita

Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian

April 16, 2026
Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro
Berita

Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro

April 14, 2026
 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang
Berita

 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang

April 13, 2026
Pesan Bupati Menggema di Halal Bihalal PP Polri Kudus, 255 Peserta Perkuat Persatuan dan Guyub Rukun Selawase….
Bisnis

Pesan Bupati Menggema di Halal Bihalal PP Polri Kudus, 255 Peserta Perkuat Persatuan dan Guyub Rukun Selawase….

April 12, 2026
Next Post
Doktor Yusron Ajak Mahasiswa Milenial Terjun ke Pertanian untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Alumni BSM 37 Gerak Bersama Mahasiswa dan Akademisi, Wujudkan Pertanian Organik Berkelanjutan

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan
  • PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved