Thursday, September 24, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

Admin by Admin
September 24, 2026
in Berita, Pendidikan
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.vom. KUDUS — Kamis 24/09/26. Baru sekitar satu pekan resmi mendaftar sebagai mahasiswa Program Studi S2 Hukum Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Rochmad SH, sudah mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan workshop dalam rangka Sarasehan Kebangsaan HUT FKPPI dan Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026) di Kudus.

Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi Rochmad SH untuk mengimplementasikan ilmu hukum yang sedang ditempuhnya melalui aktivitas nyata di masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai persoalan hukum yang dihadapi para petani.

Menurut Rochmad, SH menjadi mahasiswa S2 bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan memperoleh gelar akademik. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Ilmu harus turun ke masyarakat, membaca persoalan yang nyata, kemudian memberikan solusi sesuai bidang keilmuan yang kita pelajari,” ujar Rochmad. S.H

Berita Terkait

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

Load More

Ia memandang momentum Hari Tani Nasional memiliki keterkaitan erat dengan persoalan hukum. Petani tidak hanya berhadapan dengan persoalan produksi, pupuk, pemasaran dan permodalan, tetapi juga berbagai persoalan terkait tanah, perjanjian, kelembagaan, kerja sama usaha, legalitas kelompok, perlindungan aset, hingga potensi sengketa pertanahan.

Karena itu, perspektif hukum dinilai penting untuk melengkapi gerakan pemberdayaan petani.

*Tri Dharma Tidak Harus Menunggu Lulus*

Kesempatan mengisi workshop tersebut sekaligus menjadi pengalaman awal bagi Rochmad SH. untuk menerjemahkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, mahasiswa dapat mulai membangun budaya akademik sejak masih berada di bangku kuliah. Pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat dilanjutkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya baru satu pekan menjadi mahasiswa S2 Hukum UNW. Tetapi justru ini menjadi motivasi bahwa sejak awal kuliah pun kita harus mulai memberikan manfaat. Apa yang kita pelajari di kampus harus memiliki hubungan dengan persoalan nyata yang ada di masyarakat,” katanya.

Rochmad SH. berharap ke depan kegiatan seperti penyuluhan hukum, diskusi, penelitian lapangan, pendampingan dan edukasi masyarakat dapat dikembangkan secara lebih terstruktur bersama lingkungan akademik UNW.

Khusus di sektor pertanian, ia melihat masih banyak ruang untuk mempertemukan ilmu hukum, pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

*Dari Sarasehan Berlanjut Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm*

Usai mengikuti sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani Nasional, kebersamaan para pegiat pertanian belum berakhir.

Rombongan pegiat pertanian, khususnya yang bergerak di bidang kebun buah, melanjutkan silaturahmi ke Gubug Paguyuban Petani Persaudaraan (PPR) BG Farm, Wergu, Kudus.

Rombongan yang dibersamai Hari Triyogo tersebut di antaranya Bunda Dani, Bunda Ani dan Mas Arif.

Pertemuan berlangsung santai, akrab dan penuh suasana guyub rukun. Bahkan, suasananya terasa seperti “sarasehan jilid dua” karena pembicaraan terus mengalir dari pengalaman bertani, bisnis, pengelolaan lahan hingga peluang kolaborasi.

Gong jinagong berlangsung semakin hangat sambil menikmati tape mentega khas Gembong dan minuman alami tanpa gula berupa es tebu dengan sedikit perasan jeruk nipis.

Dari Bisnis Properti hingga Pengembangan Kebun Buah

Dalam suasana santai tersebut, Bunda Dani berbagi pengalaman mengenai dunia usaha sekaligus menjaga semangat berkarya di usia yang sudah memasuki kepala enam.

“Resepnya sederhana, terbiasa senang,” ujarnya.

Menurut Bunda Dani, rasa senang salah satunya diperoleh dari aktivitas usaha. Ia menikmati kegiatan mencari rezeki melalui bisnis properti sekaligus menjalankan profesinya di bidang advokat.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai strategi pemasaran properti.

Menurutnya, seorang marketing tidak cukup hanya menawarkan tanah atau properti. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan calon pembeli.

“Harus tahu keinginan dan kebutuhan calon pembeli. Tanah itu nantinya mau digunakan untuk apa.”

Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan calon pembeli dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.

Dari perjalanan usaha tersebut, hasil yang diperoleh kemudian dikembangkan kembali menjadi investasi properti di sejumlah wilayah, termasuk Salatiga, Susukan hingga kawasan Getas, Kopeng.

*Konsep Dokter Tanaman untuk Membaca Potensi Lahan*

Obrolan kemudian beralih pada pengelolaan kebun buah.

Rochmad, yang juga mengembangkan BG Farm Kudus, konsep nabung ayam, nabung pisang serta pendekatan “Dokter Tanaman”, menyampaikan pentingnya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lahan sebelum menentukan jenis tanaman dan pola budidaya.

“Kalau menggunakan pola dokter tanaman, tanaman harus dilihat dulu kondisi lahannya, kebutuhan nutrisinya dan bagaimana pola produksinya,” jelas Rochmad.

Menurutnya, pengelolaan kebun buah tidak cukup hanya berorientasi pada menanam sebanyak-banyaknya. Faktor kesehatan tanaman, efisiensi perawatan, kemudahan panen dan kualitas buah juga harus diperhitungkan.

Untuk tanaman buah, misalnya, ketinggian pohon perlu disesuaikan agar perawatan dan pemanenan lebih mudah.

Pada tanaman durian, pengaturan jumlah buah juga diperlukan agar nutrisi tanaman dapat lebih optimal diarahkan pada buah yang dipelihara.

*Lahan 6,5 Hektare Getas Akan Disurvei*

Dari diskusi tersebut kemudian muncul gagasan konkret. Lahan sekitar 6,5 hektare di kawasan Getas, Kopeng, direncanakan untuk terlebih dahulu disurvei oleh tim Dokter Tanaman.

Survei diperlukan untuk melihat kondisi tanah, ketinggian tempat, sumber air, lingkungan, kesesuaian tanaman, pola budidaya serta potensi pasarnya.

Dengan demikian, keputusan pengembangan lahan tidak semata-mata berdasarkan perkiraan, tetapi diawali dengan kajian kondisi lapangan.

Bunda Dani menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, kajian awal diperlukan sebelum lahan dikembangkan dalam skala lebih besar.

Dari Kampus ke Masyarakat

Bagi Rochmad, rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting di awal perjalanan sebagai mahasiswa S2 Hukum UNW.

Ia berharap ke depan semakin banyak ruang kolaborasi antara kampus, mahasiswa, praktisi hukum, petani, komunitas, pemerintah dan dunia usaha.

Baginya, Hari Tani Nasional bukan hanya momentum memberikan apresiasi kepada petani, tetapi juga kesempatan untuk melihat persoalan pertanian secara lebih utuh—termasuk dari perspektif hukum.

“Petani membutuhkan ilmu budidaya, tetapi juga membutuhkan kepastian hukum. Tanah harus jelas, kerja sama harus jelas, kelembagaan harus kuat, dan setiap kegiatan ekonomi harus memiliki dasar yang baik. Di situlah ilmu hukum dapat hadir memberikan manfaat,” tuturnya.

Pertemuan di Gubug PPR BG Farm pun kembali menunjukkan bahwa silaturahmi dapat menjadi ruang bertemunya berbagai ilmu dan pengalaman.

Dari kampus lahir ilmu, dari masyarakat ditemukan persoalan, dan dari kolaborasi diharapkan lahir solusi.

Bagi Rochmad, inilah makna belajar yang sesungguhnya: ilmu tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi turun ke masyarakat dan menjadi manfaat.

Belajar, mengabdi, meneliti, berkolaborasi—untuk masyarakat dan kemajuan pertanian Indonesia.

(Rmd, Sh)

Previous Post

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

Next Post

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

RelatedPosts

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

September 24, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031
Berita

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
UstaNoeryoso Pelopor Giat Perekonomian Muhammadiyah Bandongan: Menghidupkan Ekonomi dari Benih Lokal
Berita

UstaNoeryoso Pelopor Giat Perekonomian Muhammadiyah Bandongan: Menghidupkan Ekonomi dari Benih Lokal

September 19, 2026
Menyiapkan Wadah Kebaikan, Memperluas Jalan Kesuksesan, Dr. Carto Nuryanto Konsisten Tebar Jumat Berkah
Agama

Menyiapkan Wadah Kebaikan, Memperluas Jalan Kesuksesan, Dr. Carto Nuryanto Konsisten Tebar Jumat Berkah

September 19, 2026
Toga Bukan Mahkota, Melainkan Paspor Kehidupan: 945 Lulusan UNW Siap Mengarungi Samudra Era AI
Berita

Toga Bukan Mahkota, Melainkan Paspor Kehidupan: 945 Lulusan UNW Siap Mengarungi Samudra Era AI

September 16, 2026

RECOMMENDED NEWS

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

2 years ago
Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

1 year ago
Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

2 years ago
FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 month ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
  • Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
  • Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

Category

Recent News

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved