Jurnaljatengdiynews.com. Yogyakarta, 12 Juni 2026 — Antusiasme peserta Zoom Meeting bertajuk “Cuan Besar dari Dokter Tanaman” berlangsung luar biasa pada Jumat malam (12/06/2026). Peserta dari berbagai daerah seperti Demak, Kebumen, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah lainnya aktif mengikuti diskusi hingga larut malam.
Dalam kesempatan tersebut, praktisi pertanian organik asal Semarang, Guntoro atau yang akrab disapa Bang Gun, membagikan pengalaman dan strategi perawatan tanaman yang telah ditekuninya selama lebih dari 14 tahun.
Salah satu kisah yang paling menarik perhatian peserta adalah keberhasilan treatment pada tanaman durian yang mampu menghasilkan omzet hingga Rp450 juta dalam satu kali panen, bahkan berpotensi panen dua kali dalam setahun apabila dikelola dengan teknik dan nutrisi yang tepat.
“Kuncinya ada pada kesehatan tanaman, keseimbangan nutrisi, dan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah. Tanaman yang sehat akan memberikan hasil yang luar biasa,” terang Bang Gun.
Metode yang diterapkan menggunakan SOP khusus yang telah ia kembangkan dan terapkan pada berbagai komoditas pertanian. Tidak hanya durian, pendekatan tersebut juga berhasil diterapkan pada tanaman padi organik, kelapa sawit, serta berbagai tanaman perkebunan lainnya.
Saat ini, Bang Gun sedang mendampingi budidaya padi organik seluas 8 hektar di Pekalongan yang menurut rencana akan memasuki masa panen dalam waktu dekat. Sebelumnya, ia juga pernah mencatat hasil padi organik mencapai 12 ton per hektar, sebuah capaian yang menjadi inspirasi bagi banyak petani.
Menariknya, metode yang ia kembangkan tidak hanya terbatas pada tanaman pangan dan hortikultura. Bahkan perkebunan kelapa sawit seluas 300 hektar di Sumatera milik keluarganya juga sedang mendapatkan pendampingan dengan pendekatan yang sama.
Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait masalah tanaman di lapangan, mulai dari durian, alpukat, padi, hingga sawit. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pertanian sehat yang produktif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, pada 20–21 Juni 2026 akan diselenggarakan Workshop Dokter Tanaman selama dua hari penuh di kawasan Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Peserta akan mendapatkan materi teori, praktik lapangan, sesi tanya jawab mendalam, serta fasilitas penginapan dan konsumsi. Bahkan peserta juga berkesempatan memperoleh pendampingan lanjutan untuk implementasi di kebun masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pertanian modern tidak hanya berbicara tentang pupuk dan produksi, tetapi juga tentang memahami tanaman layaknya seorang dokter memahami pasiennya. Ketika tanaman sehat, petani pun berpeluang meraih hasil yang lebih melimpah, biaya produksi lebih efisien, dan lingkungan tetap lestari.
“Merawat tanaman bukan sekadar memberi pupuk, tetapi memahami kebutuhan hidupnya. Ketika tanaman sehat, keuntungan akan mengikuti.” (Rochmad Taufiq untuk jogjakarta)












