Jurnaljatengdiynews.com- Kudus, 18 Maret 2026 — Guna menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperluas kebermanfaatan bagi dunia pariwisata di Kudus, para pengurus APITA (Asosiasi Pelaku Industri Pariwisata) Kudus menggelar kegiatan buka bersama (bukber) yang dirangkai dengan diskusi santai bertajuk “jagong gayeng” di penghujung bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Resto GRIT Wihelmina, kawasan selatan Alun-alun Kudus ini dihadiri oleh pengurus dan anggota APITA dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara diawali dengan ibadah Tarawih bersama, kemudian dilanjutkan diskusi strategis yang membahas arah pengembangan organisasi dan pariwisata Kudus ke depan.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi gagasan agar APITA semakin dikenal luas oleh masyarakat serta mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan sektor wisata daerah.
Lahirkan Gagasan Strategis*
Dalam suasana santai namun produktif, sejumlah ide besar berhasil dirumuskan sebagai langkah konkret ke depan, di antaranya,
Festival Lereng Muria*
Direncanakan sebagai event tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai edukasi dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Penguatan Branding APITA
Melalui pembuatan kaos resmi organisasi sebagai identitas sekaligus media promosi agar APITA semakin dikenal publik.
Halal Bihalal Pelaku Wisata
Agenda pasca-Ramadan yang akan mempertemukan berbagai pelaku wisata di kawasan Lereng Muria guna memperkuat jejaring dan kolaborasi.
📈 Analisa Peluang Pariwisata 2027–2029
Diskusi mendalam terkait potensi dan arah pengembangan pariwisata Kudus dalam beberapa tahun ke depan sebagai langkah antisipatif dan strategis.
Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi*
Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat di antara para pelaku industri pariwisata Kudus. Dengan pendekatan diskusi santai, berbagai ide besar mampu lahir dan menjadi pondasi awal gerakan bersama.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum tepat untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi.
“Ini bukan sekadar bukber, tapi ruang menyatukan gagasan besar demi masa depan pariwisata Kudus yang lebih baik,” ungkapnya.
Menuju Pariwisata Kudus yang Lebih Berdaya*
Dengan berbagai rencana strategis yang telah disusun, APITA Kudus optimis dapat mengambil peran penting dalam mengangkat potensi wisata daerah, khususnya kawasan Lereng Muria, agar semakin dikenal luas dan memiliki daya saing tinggi.
Ke depan, APITA diharapkan tidak hanya eksis sebagai organisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan pariwisata Kudus secara berkelanjutan.( Rochmad Taufiq )












