Jurnaaljatengnews.diy.vom- Temon – Senin, 2 Maret 2026, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Yusron Masduki, S.Ag., M.Pd.I melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Tigaron, Desa Kulur, Kapanewon Temon. Kegiatan ini berfokus pada penguatan UMKM lokal dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal.
Salah satu UMKM yang menjadi fokus pendampingan adalah produksi Tempe Dalis, produk unggulan khas Padukuhan Tigaron yang telah diproduksi secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tempe Dalis dibuat dari bahan baku kedelai pilihan yang difermentasi menggunakan ragi dengan proses yang terjaga kualitasnya. Selain menjadi makanan tradisional yang digemari masyarakat, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang penting untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UAD memberikan berbagai dukungan kepada pelaku UMKM. Pendampingan meliputi peningkatan kebersihan dalam proses produksi, perbaikan kualitas produk, hingga pengenalan strategi pemasaran yang lebih luas. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya sanitasi dan higienitas dalam pengolahan makanan agar produk yang dihasilkan aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Selain itu, tim KKN juga membantu memberikan masukan terkait desain dan pengemasan produk yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen serta memperluas peluang pemasaran produk Tempe Dalis di pasar yang lebih luas.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Yusron Masduki, menyampaikan bahwa kegiatan KKN UAD memang diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan ekonomi lokal.
“Mahasiswa KKN UAD sudah seyogianya berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat sehingga memberikan kemanfaatan yang lebih bagi masyarakat setempat. Salah satunya melalui pengembangan produk Tempe Dalis ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila usaha tersebut terus dikembangkan dengan pendampingan yang baik dari sisi manajemen, pemasaran, serta dukungan permodalan, maka bukan tidak mungkin para pelaku UMKM di Padukuhan Tigaron dapat memperluas pasar produknya hingga ke pusat-pusat perbelanjaan modern, minimarket, dan jaringan pemasaran yang lebih luas di luar wilayah Kapanewon Temon.
Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN UAD ini, diharapkan UMKM di Padukuhan Tigaron dapat berkembang lebih maju, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta turut berkontribusi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kapanewon Temon.
[YM]













