Jurnaljatengdiynews.com. Kudus – Program Kampung Iklim (ProKlim) mulai digalakkan di Kelurahan Wergu Kulon, Kabupaten Kudus sejak Agustus tahun lalu. Program ini mengusung konsep pertanian terpadu dan edukasi lingkungan sebagai upaya nyata dalam menciptakan ekosistem hijau dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, ProKlim Wergu Kulon menanam berbagai jenis tanaman, termasuk pisang emas, ketela ketan, pepaya California, serta aneka sayuran seperti kangkung, bayam, selada, seledri, gambas, pare, cabai, dan terong. Selain itu, terdapat area khusus untuk tanaman obat dan tanaman langka yang bertujuan melestarikan keanekaragaman hayati.
Salah satu inovasi menarik yang dikembangkan adalah budidaya kacang Inca, tanaman asal Peru yang memiliki banyak manfaat, khususnya untuk produksi minyak, sabun, dan kesehatan. ProKlim ini dipelopori oleh Fuad Hasan, seorang ekonom yang hijrah ke bidang lingkungan dan pertanian. Selain itu, komunitas ini juga melibatkan berbagai profesi, termasuk pelukis seperti Sutopo, warga asli Wergu Kulon, yang turut serta dalam mendukung gerakan hijau ini.
Misi utama ProKlim Wergu Kulon adalah mewujudkan ketahanan pangan dan lingkungan yang lebih sehat dengan beralih ke sistem pertanian organik. Hasil pertanian yang dihasilkan dijual kepada masyarakat sekitar, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat.
Selain fokus pada pertanian, komunitas ini juga mengembangkan program pemberdayaan barang bekas untuk mengurangi limbah. Contohnya, botol bekas air mineral diolah menjadi pot tanaman yang bernilai estetika dan fungsional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk di tingkat desa.
Program Kampung Iklim Wergu Kulon menjadi contoh riil aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan konsep serupa demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. (Rochmad Taufik)