Saturday, September 26, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi

Admin by Admin
September 26, 2026
in Berita, Pendidikan
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. KUDUS, 26 September 2026 — Suasana berbeda mewarnai Workshop Optimalisasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Berbasis Pesantren. Kegiatan pendampingan guru Madrasah Qudsiyyah Kudus yang digelar oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIN Sunan Kudus, Sabtu (26/9/2026), dikemas secara santai melalui konsep “ngopi” di Resto Bon Jati, Singocandi, Kudus.

Meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, materi yang dibahas cukup serius dan strategis, yakni bagaimana menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Allah, manusia, dan lingkungan.

Workshop yang berlangsung 26–27 September 2026 tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi. Di antaranya Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag., Prof. Dr. H. Muslim A. Kadir, M.A., serta Rochmad Taufiq, S.Sos., S.H.

Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag. mengawali materi dengan penguatan paradigma pendidikan madrasah berbasis cinta, khususnya peran guru dalam memanusiakan manusia dan merawat kehidupan.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muslim A. Kadir, M.A. membahas “Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perspektif Ekoteologi: Membangun Kesadaran Relasi Manusia, Alam, dan Tuhan.”

Berita Terkait

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

Load More

Dalam paparannya, Prof. Muslim memperkenalkan kerangka religio­grafi SOP ilmu dan teknologi integratif berwawasan global, yang menghubungkan Al-Qur’an dan Hadis, manusia, alam, epistemologi, pendidikan, teknologi, serta kehidupan sosial dalam sebuah paradigma integrasi beragama.

Gagasan tersebut menempatkan ekoteologi sebagai salah satu basis penting dalam pengembangan kurikulum. Pendidikan agama tidak berdiri sendiri, tetapi dapat diintegrasikan dengan ilmu pengetahuan, lingkungan, teknologi, sosial, pertanian, hingga kehidupan sehari-hari.

*Ngopi: Ngolah Pikir, Menghidupkan Gagasan*

Pada sesi berikutnya, Rochmad Taufiq, S.Sos., S.H. mengangkat tema “Cinta Lingkungan dan Ekoteologi dalam Pendidikan Madrasah” dengan gagasan utama:

“Menanam Cinta, Menabung Kehidupan: Dari Tanaman, Ayam hingga Pisang.”

Rochmad mengajak para guru melihat lingkungan bukan sekadar objek pembelajaran, tetapi sebagai laboratorium kehidupan.

Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya mengajarkan teori kebersihan, penghijauan atau larangan membuang sampah sembarangan. Peserta didik perlu mengalami secara langsung proses menanam, merawat, memelihara, memanen, mengolah hasil, hingga berbagi.

“Anak-anak jangan hanya diajari membaca buku. Mereka juga harus diajak membaca kehidupan,” demikian gagasan yang ditekankan dalam materi tersebut.

Melalui konsep “Satu Siswa, Satu Tanaman”, misalnya, setiap siswa dapat diberi tanggung jawab merawat tanaman. Dari kegiatan sederhana itu mereka belajar disiplin, tanggung jawab, kesabaran, kasih sayang dan rasa syukur.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi “Nabung Ayam” dan “Nabung Pisang”.

“Nabung ayam” dimaknai sebagai pendidikan kemandirian melalui pemeliharaan aset produktif. Sedangkan “nabung pisang” mengajarkan bahwa sesuatu yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat dan berkembang di masa mendatang.

Tanam → Rawat → Panen → Jual → Tabung → Sedekah → Tanam Kembali.

Menurut Rochmad, pola tersebut dapat menjadi model sederhana pendidikan karakter sekaligus kewirausahaan berbasis lingkungan.

*Dari Tanaman, Santri Belajar Tawakal*

Pertanian dalam perspektif ekoteologi, lanjut Rochmad, juga mengajarkan nilai ketauhidan.

Benih ditanam dengan ikhtiar manusia, tetapi pertumbuhan tanaman tetap berada dalam sunnatullah dan kehendak Allah SWT.

Karena itu, bertani dapat menjadi media pendidikan untuk memahami hubungan antara Allah, manusia, alam dan kehidupan.

Ia mengutip QS. Hud ayat 6 tentang jaminan rezeki Allah bagi setiap makhluk, serta QS. Al-A’raf ayat 56 tentang larangan membuat kerusakan di muka bumi.

Rochmad juga mengaitkan pendidikan pangan dengan QS. ‘Abasa ayat 24:

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”

Ayat tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi peserta didik untuk bertanya lebih jauh: dari mana makanan berasal, siapa yang menanam, bagaimana tanah dan air diperlakukan, serta apakah proses produksinya membawa manfaat bagi manusia dan lingkungan.

Dengan demikian, ayat qauliyah dan ayat kauniyah dapat dibaca secara bersama-sama.

Kitab dipelajari, alam juga dibaca.

Madrasah sebagai Laboratorium Kehidupan

Workshop tersebut mendorong munculnya gagasan agar lingkungan madrasah tidak hanya menjadi halaman sekolah, tetapi dapat dikembangkan sebagai laboratorium kehidupan.

Kebun, kolam, kandang, tanaman pangan dan berbagai aktivitas produktif dapat menjadi sarana pembelajaran lintas disiplin.

Pendidikan agama dapat terhubung dengan pertanian. Pendidikan IPA dapat terhubung dengan ekosistem. IPS dapat terhubung dengan kehidupan petani dan ekonomi masyarakat. Kewirausahaan dapat dipelajari melalui hasil kebun.

Semangatnya adalah menghadirkan pendidikan yang membumi, produktif, berkarakter dan berkelanjutan.

Suasana ngopi santai di Resto Bon Jati pun menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi, guru dan praktisi.

“Ngopi” tidak hanya dimaknai sebagai menikmati kopi, tetapi juga “ngolah pikir”—membicarakan persoalan pendidikan secara santai, terbuka dan solutif.

*Membangun Madrasah yang Berdaya dan Berkelanjutan*

Workshop Optimalisasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Berbasis Pesantren ini menjadi bagian dari ikhtiar UIN Sunan Kudus melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memperkuat kapasitas guru dan pengembangan pendidikan madrasah.

Gagasan besarnya adalah membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memiliki karakter kasih sayang, serta mampu menumbuhkan kemandirian peserta didik.

Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut:

“Cinta tanaman adalah cinta kehidupan. Menabung ilmu adalah membangun peradaban. Menabung kebaikan adalah bekal akhirat.”

Dari sebuah tanaman, anak belajar merawat.

Dari ayam, belajar memelihara.

Dari pisang, belajar menunggu dan menabung masa depan.

Dari alam, belajar membaca kebesaran Allah.

Dan dari pendidikan, diharapkan lahir generasi yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, mandiri ekonominya, peduli lingkungannya dan bertanggung jawab terhadap kehidupan.

Bersama membangun madrasah berbasis pesantren yang berdaya dan berkelanjutan. (Rochmad)

Previous Post

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

RelatedPosts

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

September 24, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus
Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

September 24, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

September 24, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031
Berita

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
UstaNoeryoso Pelopor Giat Perekonomian Muhammadiyah Bandongan: Menghidupkan Ekonomi dari Benih Lokal
Berita

UstaNoeryoso Pelopor Giat Perekonomian Muhammadiyah Bandongan: Menghidupkan Ekonomi dari Benih Lokal

September 19, 2026

RECOMMENDED NEWS

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

2 years ago
Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

1 year ago
Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

2 years ago
FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 month ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi
  • Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
  • Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

Category

Recent News

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved