Jurnaljatengdiynews.com. Surakarta, Senin 13 Juli 2026 – Antusiasme masyarakat terlihat dalam acara Jagongan Budaya yang disiarkan melalui Zoom bersama RRI Surakarta dan RRI Jakarta, Senin (14/7), pukul 13.00–14.00 WIB. Narasumber, Dr. Sawitri,S.Sn.M .Hum dari Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo, mengangkat tema “Warisan Virtual: Saat Budaya Bertemu Teknologi.”
Dalam paparannya, Dr. Sawitri,S.Sn.M.Hum menjelaskan bahwa warisan virtual merupakan upaya mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan warisan budaya melalui teknologi digital. Menurutnya, teknologi bukan untuk menggantikan budaya asli, melainkan menjadi jembatan agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Teknologi bukan musuh budaya. Teknologi adalah perahu. Budaya yang naik perahu itu akan sampai lebih jauh. Namun, manusialah yang harus menjadi nakhodanya agar nilai, adab, dan makna budaya tetap terjaga,” jelas Dr. Sawitri,S.Sn.M .Hum
Ia memaparkan berbagai contoh pelestarian budaya melalui teknologi, mulai dari museum virtual 360 derajat, digitalisasi naskah kuno, augmented reality (AR), virtual reality (VR), permainan edukasi, hingga konten kreatif di media sosial. Inovasi tersebut dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Meski demikian, Dr. Sawitri,S.Sn.M.Hum mengingatkan bahwa digitalisasi juga memiliki tantangan, seperti berkurangnya pengalaman budaya secara langsung, pendangkalan makna, serta risiko komersialisasi yang mengabaikan nilai-nilai budaya. Karena itu, ia menekankan pentingnya komodifikasi yang beretika, yaitu mengedepankan edukasi, melibatkan pelaku budaya, dan menjaga kesakralan serta nilai luhur budaya.
Acara berlangsung interaktif. Banyak peserta yang mengikuti melalui Zoom mengajukan pertanyaan lewat kolom percakapan maupun sambungan telepon. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, Dr. Sawitri,S.Sn.M.Hum mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mempertentangkan budaya dan teknologi, melainkan mengolaborasikan keduanya sebagai kekuatan dalam menjaga identitas bangsa.
“Melestarikan budaya hari ini tidak cukup hanya dengan mengingatnya, tetapi juga dengan menghadirkannya secara kreatif di ruang digital tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.” (Rochmad Taufiq -untuk Surakarta)












