Jurnaljatengdiynews.com. Yogyakarta, 20–21 Juni 2026 – Sebanyak 20 peserta dari berbagai daerah mengikuti Workshop Dokter Tanaman 2026 dengan penuh antusias. Selama dua hari, suasana belajar berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat. Materi yang diberikan tidak hanya lengkap secara teori, tetapi juga diperkaya dengan praktik langsung di lapangan serta pembentukan pola pikir sebagai petani modern yang berorientasi pada keberhasilan.
Workshop yang dipandu oleh Bang Gun (Dokter Tanaman) menghadirkan pendekatan yang berbeda. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan bertani tidak hanya bergantung pada pupuk dan teknologi, tetapi juga pada kesehatan tanah, kemampuan mendiagnosis tanaman, serta perubahan pola pikir menuju petani yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.
Materi yang disampaikan meliputi teknik membangun tanah yang sehat, diagnosis tanaman, SOP nutrisi, efisiensi biaya produksi, strategi meningkatkan produktivitas, hingga cara membangun usaha tani yang memberikan keuntungan berkelanjutan.
Salah satu sesi yang paling membekas adalah materi “Membersihkan Wadah”, yaitu proses membangun mindset dan mentalitas kelimpahan. Dalam sesi ini, peserta diajak membiasakan diri berpikir besar melalui Mindset MILYAR. Mereka dilatih berani mengucapkan kata “miliar”, merasakan apakah masih ada mental blocking dalam diri, lalu mengubahnya menjadi keyakinan bahwa keberhasilan besar dimulai dari keberanian memiliki visi besar. Sebab, perubahan hasil selalu diawali dari perubahan cara berpikir, karakter, dan keyakinan diri.
Agar materi semakin membumi, workshop juga menghadirkan pelaku usaha yang telah membuktikan keberhasilannya, yaitu Mas Wawan dan Mas Rauf. Keduanya berbagi pengalaman nyata dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian organik, mulai dari tantangan di lapangan hingga keberhasilan meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ilmu yang diajarkan bukan sekadar teori, tetapi telah diterapkan dan menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
Keunggulan lain dari Program Dokter Tanaman adalah pendampingan yang tidak berhenti pada aspek budidaya. Peserta juga didampingi hingga aspek hilirisasi dan pemasaran (market), sehingga memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memiliki akses pasar yang lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan petani yang tidak hanya mahir menanam, tetapi juga sukses membangun usaha pertaniannya.
Di akhir kegiatan, banyak peserta menyampaikan rasa puas dan termotivasi. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru, kepercayaan diri yang lebih kuat, serta semangat untuk segera menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing.
Workshop ini menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya dibangun dengan teknologi, tetapi juga dengan ilmu, karakter, kolaborasi, pendampingan yang berkelanjutan, serta keberanian untuk terus belajar dan berpikir besar.
“Petani hebat bukanlah mereka yang berhenti belajar, melainkan mereka yang terus memperbaiki tanah, memperbaiki diri, membangun jaringan, dan berbagi manfaat bagi sesama. Ketika tanah sehat, tanaman sehat. Ketika petani berilmu dan bermental besar, insya Allah kesejahteraan akan mengikuti.”. (Rochmad Taufiq/ Ria)












