Jurnaljatengdiynews.com. Kudus, Senin (06/04/2026) — Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh PEPABRI Cabang Kudus. Mengusung tema “Dengan Semangat Halal Bihalal Kita Rajut Tali Persaudaraan dan Kebersamaan, Guna Kerukunan Bangsa”, acara ini menjadi momentum penting mempererat ukhuwah dan memperkokoh persatuan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua PEPABRI Cabang Kudus, Mayor (Purn) Bambang, dengan Ketua Panitia Letda (Purn) Jamasri, serta dihadiri sekitar 85 peserta dari berbagai unsur purnawirawan dan organisasi kemasyarakatan, di antaranya Ketua DHG 45, Veteran, PPAD, PPAL, PWRI, serta FKPPM.
Hadir sebagai tokoh sentral, Dr. H. Carto Nuryanto, sosok inspiratif yang dikenal luas sebagai:
Dewan Penasehat PEPABRI, DHG 45, STI, Forum Ormas se-Kabupaten Kudus, FKBN, Fakultas Organik BG Farm Kudus, Pondok An-Naba, serta Senam Perseba Jagong Kudus
Dosen berintegritas di Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus
Ketua PP Polri Cabang Kudus
Aktif memberikan tausiah jamaah subuh
Narasumber sosialisasi KUHP Baru Indonesia dan KUHAP
Kegiatan ini juga semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Abdul Basit, yang berasal dari Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Basit mengajak jamaah untuk menjadikan Halal Bihalal sebagai momentum pembersihan hati dan penguat persaudaraan.
“Jangan hanya lisan yang saling memaafkan, tapi hati juga harus benar-benar ikhlas. Dari situlah lahir kekuatan umat dan keberkahan hidup,” tutur beliau dengan penuh kesejukan.
Beliau juga menambahkan bahwa silaturahim bukan hanya memperpanjang umur, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan.
“Siapa yang menjaga persaudaraan, Allah akan jaga hidupnya. Siapa yang merajut kebersamaan, Allah akan lapangkan jalannya,” pesannya, yang diamini para jamaah.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Carto menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan kekuatan sosial yang mampu menyatukan hati dan memperkuat bangsa.
“Esensi Halal Bihalal adalah menyambung kembali hati yang sempat terputus, menguatkan persaudaraan, dan membangun kebersamaan demi kerukunan,” ungkap beliau dengan penuh ketegasan.
Menurutnya, nilai persaudaraan ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk dalam membangun kemandirian masyarakat di sektor strategis seperti ketahanan pangan.
Peran beliau sebagai penasehat di komunitas BG Farm Kudus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara ilmu hukum, sosial, dan praktik lapangan mampu melahirkan gerakan pemberdayaan yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Dr. Carto juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa mengawali setiap langkah dengan kekuatan spiritual.
“Dengan doa, seperti dhuha dan hajat, kita berharap setiap ikhtiar mendapat ridho Allah SWT,” pesannya, yang disambut khidmat oleh para peserta.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semangat yang terjalin hari ini bukan sekadar pertemuan, tetapi fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih harmonis, mandiri, dan berdaya. (Rochmad Taufiq — Untuk Kudus)












