Jurnaljatengdiynews com. Garut, Kamis 26/03/26 Jawa Barat – Sebuah langkah inspiratif dilakukan oleh SMK Korporasi Garut yang beralamat di Jalan Dalam Kasep No. 7, Limbangan Timur. Di tengah rendahnya minat siswa terhadap jurusan pertanian, sekolah ini justru menghadirkan terobosan cerdas dengan menggabungkan pertanian terintegrasi dan pengolahan hasil pangan sebagai bekal masa depan siswa.
Di bawah kepemimpinan Elis Lisdiana, kegiatan pelatihan bagi siswa terus digencarkan. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik mulai dari menanam, merawat, panen, hingga mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
Pendampingan juga dilakukan bersama tim BG Farm yang turut membimbing siswa dalam memahami konsep pertanian terintegrasi, seperti pemanfaatan hasil panen menjadi pakan ternak hingga pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Menariknya, SMK Korporasi Garut juga telah memiliki unit produksi, seperti pengolahan roti, yang menjadi bukti nyata bahwa siswa mampu menghasilkan produk siap jual. Kini, inovasi terus dikembangkan dengan rencana penguatan sektor agribisnis ternak dan sistem “nabung ayam” sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.
Upaya ini bukan tanpa tujuan. Sekolah ingin mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan.
“Ini adalah ikhtiar untuk mengkader generasi muda agar mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang besar di sektor pertanian,” ungkap pihak sekolah.
Selain itu, penyusunan proposal pengembangan program pertanian terintegrasi juga terus dimatangkan, lengkap dengan dokumentasi kegiatan siswa yang menunjukkan proses nyata dari hulu hingga hilir.
🌿 Di tengah tantangan zaman, SMK Korporasi Garut membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar profesi tradisional, tetapi ladang masa depan yang penuh peluang.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, sekolah ini menjadi contoh bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi generasi muda.
✨ “Dari tanah yang diolah dengan ilmu, lahirlah generasi yang siap menumbuhkan harapan.”
(Rochmad Taufiq- Untuk Indonesia)












