Jurnaljatengdiynews.com- Rembang, 15 Januari 2026 — Ribuan jamaah Masjid Agung dan warga Kabupaten Rembang memadati Masjid Agung Alun-Alun Rembang pada Kamis malam (27 Rajab 1447 H) dalam rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan ini turut dihadiri para tamu undangan Forkopimda, di antaranya Bupati Rembang yang diwakili Kasi Pemerintahan Kabupaten Rembang, perwakilan Dandim Rembang, Kapolres Rembang, serta perwakilan Pengadilan Negeri Rembang. Hadir pula para tokoh ulama, pengurus masjid, dan berbagai elemen masyarakat.
Acara diawali dengan lantunan sholawat dan doa bersama, menciptakan suasana religius yang menenangkan hati jamaah sebelum memasuki rangkaian acara inti.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia mengajak seluruh jamaah untuk:
“Menguatkan langkah, menguatkan tekad, menguatkan semangat, serta menguatkan doa.”
Pesan ini disampaikan sebagai refleksi atas kondisi saat ini, di mana berbagai musibah dan ujian tengah melanda di berbagai daerah. Ketua panitia menekankan pentingnya doa dan ibadah sebagai ikhtiar spiritual untuk memperkuat iman dan kebersamaan umat.
Sambutan disampaikan oleh K.H. Athoillah Muslim, yang mengingatkan dawuh para masyayikh, termasuk pesan Mbah Wahab, bahwa menghadiri majelis ilmu di malam peringatan Isra Mi’raj mengandung dua pahala. Bahkan bagi jamaah yang belum sempat melaksanakan sholat sunnah, membaca tasbih tiga kali bernilai pahala seperti sholat tahiyyatul masjid.
Sementara itu, sambutan dari Bupati Rembang yang disampaikan oleh Kasi Pemerintahan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap peringatan Isra Mi’raj ini dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT, serta menyampaikan permohonan maaf karena Bupati berhalangan hadir.
*Tausiyah Penuh Hikmah KH. Adib*
Puncak acara diisi dengan tausiyah mauidhotul hasanah oleh KH. Adib, yang mengupas makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj. Beliau menjelaskan bahwa langit dan bumi masing-masing memiliki keutamaan, namun langit dimuliakan Allah dengan menempatkan Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang penuh keberkahan.
KH. Adib juga menegaskan bahwa malam 27 Rajab adalah malam yang diberkahi Allah, dan melalui peristiwa Isra Mi’raj, umat Nabi Muhammad SAW memperoleh syafaat serta perlindungan dari bala dan ujian, terutama di tengah kondisi saat ini seperti banjir dan longsor.
Beliau menambahkan bahwa ujian dan cobaan bagi orang mukmin merupakan penggugur dosa, sekaligus tanda bahwa Allah mengakui keimanan hamba-Nya. Dengan cobaan, seorang mukmin diajak untuk bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan gaya tutur yang ringan namun penuh makna, KH. Adib menggambarkan betapa beratnya perjalanan Isra Mi’raj sebagai ujian keimanan Nabi Muhammad SAW, yang terjadi hanya dalam satu malam, secepat kilat. Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa manusia dalam hidupnya akan bertemu berbagai macam keadaan dan manusia lainnya — kaya maupun miskin — yang masing-masing memiliki ujian tersendiri.
“Orang kaya punya penyakit pelit, orang miskin sering mengeluh. Hujan dikeluhkan, panas pun dikeluhkan,” tutur KH. Adib, mengajak jamaah untuk lebih banyak bersyukur dan introspeksi diri.
*Kehadiran Yayasan Aswirusani*
Pengurus Yayasan Aswirusani turut hadir dalam kegiatan ini, diwakili oleh Ismanto dan Taufiq. Keduanya mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk, menyimak tausiyah, serta merangkum pesan-pesan hikmah sebagai bekal dakwah dan penguatan amal sosial ke depan.
Di akhir acara, seluruh jajaran panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya takmir Masjid Agung Rembang, aparat keamanan, dan seluruh jamaah yang telah berpartisipasi sehingga acara berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. (Rochmad Taufiq – untuk Rembang )












