Jurnaljatengdiynews.com. Kudus – Sebanyak 255 peserta dari berbagai unsur menghadiri kegiatan Halal Bihalal PP Polri Daerah Nemala Cabang Kudus bersama Forkopimda Kudus yang berlangsung hangat dan penuh makna, Kamis (9/4/2027), di Gedung Serba Guna Balai Desa Rendeng.
Mengusung tema “Dengan Semangat Halal Bihalal Kita Rajut Tali Persaudaraan dan Persamaan, Guyub Rukun Selawase dalam Ridhonya”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga momentum strategis memperkuat sinergi lintas elemen demi menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal acara. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi mengalir kepada Dr. Carto yang dinilai berhasil memimpin dengan penuh semangat, lincah, dan mampu mengayomi seluruh jajaran. Kepemimpinannya selama satu tahun satu bulan dianggap mampu menjaga kekompakan organisasi di tengah berbagai tantangan.
Perwakilan anggota, termasuk dari PWRI, juga menyampaikan dukungan penuh. Mereka menegaskan komitmen untuk terus berbenah dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Dr. H. Samani dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya silaturahim. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian, kebiasaan berkumpul dalam majelis dan menjalin hubungan sosial dapat berdampak positif bagi kesehatan dan umur panjang. Dengan gaya santai, ia juga menambahkan bahwa dari silaturahim bisa saja berlanjut menjadi hubungan kekeluargaan, bahkan hingga menjadi besan.
Lebih jauh, Samani mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik Iran–Israel yang turut memengaruhi kondisi nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi demi menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Dalam tausiyahnya, Dr. Carto menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum paling tepat untuk menyatukan hati, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat guyub rukun di tengah masyarakat. Ia juga mendorong agar organisasi dapat memanfaatkan fasilitas pemerintah seperti pendopo, rumah dinas, maupun area perkantoran sebagai ruang kolaborasi kegiatan sosial.
Acara ditutup dengan saling bersalaman dan ucapan tulus “Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin”, sebagai simbol kembalinya hati yang bersih dan eratnya persaudaraan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa silaturahim bukan hanya tradisi, tetapi kekuatan besar dalam merajut persatuan, memperkuat kebersamaan, dan membangun Kudus yang harmonis serta penuh keberkahan.
(Rochmad Taufiq untuk Kudus)












