Jurnaljatengdiynews.com- Bogor — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Muktamar V Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) yang berlangsung pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Ballroom Pondok Pesantren Az Zikra, Sentul, Bogor.
Dalam sambutannya saat membuka agenda lima tahunan PARMUSI, Menag menyampaikan kepada Ketua Umum PP PARMUSI KH Husnan Bey Fananie bahwa PARMUSI memiliki sahabat dan mitra strategis di Kementerian Agama. Hal tersebut menunjukkan kedekatan historis dan visi perjuangan PARMUSI dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menurut Menag, PARMUSI merupakan organisasi Islam yang tergolong tua dan telah teruji konsistensinya dalam menjaga moralitas serta nilai-nilai Islam di tengah dinamika zaman. Kehadiran Menag pada Muktamar V ini diharapkan semakin memperkuat semangat dakwah PARMUSI yang telah berumur seperempat abad.
“Ke depan, PARMUSI diharapkan tetap konsisten menjaga moralitas anak-anak muda dan generasi penerus bangsa,” ujar Menag.
Sementara itu, Ketua Umum PP PARMUSI KH Husnan Bey Fananie menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Menteri Agama. Ia menyebut Menag sebagai orang tua bagi PARMUSI yang selalu memberikan dukungan moral dan spiritual.
KH Husnan yang juga merupakan cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor menegaskan bahwa PARMUSI tidak hanya berperan menjaga moralitas umat, tetapi juga berkomitmen membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ia melanjutkan semangat kepemimpinan almarhum Usama Hisyam, yang menegaskan bahwa PARMUSI adalah ormas Islam yang merangkul seluruh elemen umat dengan jargon “Connecting Muslims.”
Muktamar V PARMUSI juga dihadiri oleh Sri Hartini, yang mewakili Daiyat PW PARMUSI Jawa Tengah, sekaligus sebagai Kepala Bakorda FKBN Kudus. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya soliditas pengurus serta dai dan daiyat PARMUSI dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat.
Menurutnya, dakwah PARMUSI perlu terus diperkuat dengan pengembangan desa madani yang mampu meningkatkan perekonomian umat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, sebagai bagian dari dakwah nilai-nilai syariat Islam. Sinergi antarwilayah dan antardaerah di seluruh Indonesia menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi umat Islam.
Dari Jawa Tengah, turut hadir Anding Sukitman, mantan Ketua PW PARMUSI Jawa Tengah, serta Ketua PW PARMUSI Jawa Tengah periode 2025–2030. Hadir pula perwakilan pengurus PD PARMUSI Kabupaten Kudus, Jepara, serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.
Muktamar V PARMUSI diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran dakwah, persatuan umat, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.. (Taufiq-untuk Infonesia)













