Jurnaljatengdiynews.com. Kudus, Senin (20/07/2026) – Tim Pondok Literasi Alam PPR BG Farm yang merupakan bagian dari Paguyuban Petani Persaudaraan Pati Raya (PPR) bersama para pegiat yayasan sosial Muria Raya melakukan kunjungan silaturahmi ke SPPG Kecamatan Kota Kudus di Jalan Veteran, Demaan, Kudus.
Rombongan dipimpin oleh Dr. Carto Nuryanto selaku Pembina PPR Pondok Literasi Alam Muria Raya dan diterima langsung oleh Wahyu Widodo, Ketua Asosiasi Mitra SPPG Kabupaten Kudus, beserta jajaran tim Relawan SPPG.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sambil menikmati menu sarapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kedua belah pihak berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dalam penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan petani, serta pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang kerja sama pemanfaatan limbah organik dari dapur MBG untuk diolah menjadi pupuk organik maupun pakan unggas oleh PPR BG Farm. Selain itu, dibahas pula peluang penyediaan bahan baku pangan lokal bagi kebutuhan SPPG di Kabupaten Kudus. Menurut Rochmad Taufiq alumnus Santri BSM / PTS salah satu pendiri koperasi Muria Organik di Kudus yang juga turut hadir dalam kesempatan diskusi tersebut, hasil koordinasi ini akan didiskusikan dengan pengurus koperasi dan disusun draf proposal.
Di sela-sela diskusi, Dr. Carto Nuryanto mengapresiasi kualitas menu MBG yang disajikan.
“Menunya enak dan lengkap. Dengan biaya yang relatif terjangkau sudah tersedia nasi, lauk, sayuran, buah, dan susu. Menurut saya, menu seperti ini sudah sangat layak dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wahyu Widodo menjelaskan bahwa seluruh menu disusun berdasarkan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah dan diawasi oleh tenaga ahli gizi di setiap SPPG.
“Program MBG ini sudah memiliki standar yang jelas. Yang perlu terus dijaga adalah pelaksanaannya agar sesuai SOP. Di Kabupaten Kudus kami terus melakukan pengawasan agar kualitas tetap terjaga,” jelas Wahyu Widodo
Usai diskusi, rombongan diajak meninjau fasilitas SPPG, mulai dari dapur produksi, ruang pengemasan, pengelolaan limbah hingga armada distribusi. Seluruh proses dijalankan sesuai standar operasional yang mengutamakan kebersihan, keamanan pangan, dan higienitas.
Wahyu juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya mengoordinasikan sekitar 124 SPPG di Kabupaten Kudus. Ia berharap kebutuhan bahan baku program MBG ke depan dapat dipenuhi oleh petani, peternak, UMKM, dan koperasi lokal yang mampu menjaga kualitas serta kontinuitas pasokan.
“Kami berharap bahan baku SPPG dapat disuplai dari potensi lokal. Tantangannya adalah kontinuitas dan konsistensi. Jika PPR BG Farm bersama Koperasi Organik Muria Raya mampu memenuhi kebutuhan tersebut, peluang kerja sama sangat terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Carto Nuryanto juga menceritakan bahwa saat ini tim PPR BG Farm sedang memfokuskan pembangunan Mushola di kawasan Pondok Literasi Alam PPR BG Farm. Mushola tersebut diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pembinaan karakter, pendidikan, dan kegiatan sosial bagi para petani, santri, relawan, serta masyarakat yang mengikuti berbagai pelatihan di Pondok Literasi Alam.
Menurut Dr. Carto, pembangunan mushola merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan spiritual.
“Kami ingin Pondok Literasi Alam tidak hanya menjadi tempat belajar pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga menjadi tempat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membangun akhlak. Karena ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan ketahanan iman,” ungkapnya.
Silaturahmi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun sinergi antara SPPG, PPR BG Farm, Koperasi Organik Muria Raya, petani, peternak, dan pelaku UMKM untuk mewujudkan ketahanan pangan, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Kudus. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga oleh para petani dan masyarakat luas. (Rochmad Taufiq)












