Jurnaljatengdiynews.com. Selasa, 19 Mei 2026 menjadi hari bersejarah di BBPP Lembang. Sebanyak 49 peserta dari seluruh Indonesia berkumpul mengikuti Sertifikasi Kompetensi Fasilitator Organik Tanaman. Dari penyuluh, widyaiswara, petani muda, dosen, ketua gapoktan, sampai konsultan organik… lengkap semua. Pokoknya levelnya bukan lagi “senior”, tapi sudah “LEVEL DEWA” 😅
*Pagi hari grup WA sudah ramai sejak subuh:*
“Sarapan jam berapa?”
“Masuk kelas di mana?”
“Rundown mana?”
“Nomor 4 masih kosong satu pak 👏”
Belum mulai saja suasana sudah seperti rebutan tiket mudik lebaran 🤣
Panitia pun menjawab penuh kesabaran,
“Pembukaan tentatif menunggu kesiapan pimpinan…”
Artinya… semua siap, kecuali jadwalnya 😂
Saat pembukaan dimulai di Ruang Krisan V, tiba-tiba… JEDUAAARRR… listrik mati! ⚡
Ruangan langsung remang-remang.
Suasana berubah seperti ujian SMP tahun 90-an.
Ada yang membuka HP untuk senter, ada yang bilang,
“Wah ini sertifikasi rasa pesantren kilat…”
Tapi hebatnya, acara tetap berjalan.
Karena para peserta adalah pejuang organik sejati:
“Gelap tak menghalangi kompetensi!” 🌱🔥
Masuk sesi asesmen, mulailah tragedi sebenarnya…
Asesor menjelaskan:
“K = Kompeten”
“BK = Belum Kompeten”
Karena semua merasa level dewa, banyak yang dengan percaya diri langsung mencentang… BK 😭
Baru beberapa menit kemudian terdengar bisik-bisik panik:
“Eh… salah pak…”
“Itu BK ternyata belum kompeten?”
“Mana tip-ex… mana tip-ex…!!!”
Maka terjadilah momen paling heroik:
49 peserta rebutan tip-ex seperti rebutan mic pengajian 🤣
Ada yang muter satu meja:
“Pak pinjam tip-ex sebentar…”
“Bu jangan habis-habis tip-exnya…”
“Ini tip-ex terakhir, gunakan dengan bijak…”
Sementara itu panitia sibuk memanggil:
“Bapak ibu masuk kelas…”
Tapi ada peserta yang malah santai cari kopi dan snack ☕🍩
Katanya:
“Kalau perut belum kompeten, otak juga belum kompeten pak…”
Yang lebih legendaris lagi…
Peserta diberitahu:
“Jam 13.30 sudah masuk ruangan ya.”
Jam 14.00 masih belum kelihatan.
Ternyata baru OTW dari asrama 😭
Saat ditegur panitia:
“Lho pak, kok baru jalan?”
Dengan tenang beliau menjawab:
“Kita kan orang Indonesia pak… hehe…” 🇮🇩😂
Seketika semua ketawa.
Asesor ketawa.
Panitia ketawa.
Yang ditegur pun ikut ketawa.
Dan begitulah hari pertama asesmen berlangsung…
Tegang tapi lucu.
Capek tapi penuh cerita.
Orang-orang hebat dari seluruh Indonesia berkumpul bukan hanya membawa ilmu organik, tapi juga membawa humor khas Nusantara 🌾😂
Kesimpulannya:
Di sertifikasi ini yang diuji bukan cuma kompetensi…
tapi juga:
✅ ketahanan mental,
✅ kecepatan mencari tip-ex,
✅ kemampuan bertahan saat listrik mati,
dan
✅ seni datang “sedikit Indonesia” 😆 (Rochmad Taufiq)












