Jurnaljatengdiynews.com. Yogyakarta, Jumat, 1 Mei 2026 — Salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan menyampaikan materi dengan baik. Public speaking menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan guru agar mampu menyampaikan informasi secara menarik, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Meskipun secara teoritis materi tentang public speaking sering disampaikan, pada praktiknya masih banyak pendidik yang belum memahami penerapan kompetensi ini secara holistik, baik dari sisi teori maupun praktik. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian dari Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai oleh Dr. Hanif Cahyo Adi Kistoro bersama anggota Dr. Abdul Hopid dan Akhmad Arif Rifan, serta tim mahasiswa, menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Berbasis Public Speaking” bagi para guru di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 1 Mei 2026 berupa identifikasi permasalahan dan penyusunan desain pelatihan. Tahap kedua dilaksanakan pada 6 Mei 2026 dalam bentuk pelatihan intensif yang diikuti sekitar 40 guru.
Pelatihan berlangsung di ruang pertemuan SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan diawali dengan assessment melalui pre-test serta diakhiri dengan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Materi pelatihan dibagi menjadi tiga sesi yang saling berkaitan.
Pada sesi pertama, Akhmad Arif Rifan menyampaikan strategi public speaking dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui metode storytelling. Dalam sesi ini ditekankan bahwa penguasaan materi yang baik akan mempermudah guru dalam menyampaikan cerita secara menarik dan komunikatif.
Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Abdul Hopid yang membahas konsep dasar public speaking serta relevansinya dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran PAI.
Selanjutnya, pada sesi ketiga, Dr. Hanif Cahyo Adi Kistoro memberikan praktik langsung penggunaan public speaking dalam pembelajaran. Para guru diajak mempraktikkan teknik komunikasi melalui berbagai permainan edukatif berbasis materi pembelajaran.
Setelah kegiatan berlangsung, para guru memberikan apresiasi positif terhadap pelatihan tersebut. Kepala sekolah juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui kerja sama yang berkelanjutan. Diharapkan pelatihan ini mampu menambah wawasan dan keterampilan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara lebih efektif dan menarik.
Ke depan, materi pelatihan juga diharapkan semakin variatif guna meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pelatihan ini dinilai memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi guru, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kompetensi pendidik perlu terus diperbarui sesuai perkembangan zaman.
Dengan adanya pelatihan public speaking ini, guru-guru SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta diharapkan semakin percaya diri tampil dalam berbagai kegiatan dan mampu bersaing secara profesional di tengah meningkatnya kebutuhan keterampilan komunikasi di Kota Pelajar, Yogyakarta.(Rochmad Taufiq)












