Jurnaljatengdiiynews.com-Cilacap – Korwil BKNDI Jawa Tengah resmi meluncurkan program Dapur Mandiri dalam acara yang dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum BGN, Ketua Umum BKNDI, perwakilan Yayasan Muhammadiyah, pejabat dari Kementerian Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh pengusaha jasa catering serta masyarakat Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.
Program Dapur Mandiri yang diinisiasi BKNDI ini bertujuan untuk menghadirkan solusi pangan mandiri di lingkungan pendidikan dan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kuliner dan jasa boga. Hingga 9 April 2025, sebanyak 39 titik Dapur Mandiri akan beroperasi di berbagai wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Dalam perkembangannya, program ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak. Salah satu bentuk sinergi yang telah terjalin adalah bergabungnya Joglo Yoso Bantul DIY dalam ekosistem Dapur Mandiri, yang turut diperkuat oleh partisipasi aktif berbagai pihak seperti pengusaha katering, komunitas usaha mikro, serta lembaga pendidikan.
*Sinergi dengan Berbagai Pihak*
BKNDI juga terus memperluas jaringannya dengan berkoordinasi bersama TNI, khususnya Kodam dan Kodim setempat, untuk mempermudah pendataan calon penerima manfaat, terutama sekolah-sekolah yang akan mendapatkan akses Dapur Mandiri. Tahapan ini mencakup koordinasi dengan Kodim, konsolidasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, serta sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah untuk menjalin kemitraan melalui kontrak kerja sama.
Selain itu, program ini mendapatkan dukungan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Konsorsium Asosiasi Jasa Boga yang bermitra dengan UNNES, dengan lebih dari 60 anggota catering, siap menyukseskan program ini. Ketua BOAB KWU UNNES pun telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertemuan sosialisasi bagi BGN dan BKNDI.
*Percepatan Implementasi dan Pendaftaran Korda*
Untuk mempercepat implementasi program, BKNDI juga membuka pendaftaran bagi para calon Koordinator Daerah (Korda) di kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan DIY. Para pendaftar diminta mengirimkan data diri dan dokumen terkait sebelum batas waktu 21 Maret 2025. Hingga saat ini, sejumlah daerah seperti Semarang, Banyumas, Kebumen, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Bantul telah menunjukkan kesiapan dalam menjalankan program ini.
Sebagai langkah konkret, dalam waktu dekat tim BKNDI dan BGN akan turun langsung ke dapur-dapur yang telah terdaftar untuk melakukan survei dan verifikasi kesiapan. SPK akan segera diterbitkan untuk memastikan bahwa semua Dapur Mandiri dapat beroperasi tepat waktu.
*Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Pangan*
Program Dapur Mandiri bukan hanya sekadar inisiatif penyediaan pangan, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Selain memenuhi kebutuhan makanan sehat bagi peserta didik, program ini juga menjadi bagian dari dakwah sosial serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari berbagai pihak, Dapur Mandiri diyakini dapat menjadi model kemandirian pangan yang berkelanjutan, terutama bagi lingkungan pendidikan dasar dan menengah, termasuk PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, serta madrasah dan pondok pesantren.
“Langkah ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama. Lelahmu adalah berkahmu,” ujar salah satu pengurus BKNDI, menegaskan komitmen dalam menyukseskan program ini.
BKNDI Jawa Tengah berharap bahwa daerah lain dapat segera menyusul dan mengimplementasikan program Dapur Mandiri ini demi kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat luas.
(Redaksi Jurnaljateng DIY news Jateng)