Jurnaljtengdiybees.com.Magelang- Pagi itu Jumat 04/09/24, suasana di Pondok Tahfiz Al-Qur’an Cahaya Semesta Salam terasa hangat dengan semangat Jumat Berkah. Para pengurus sudah bersiap dengan peralatan mereka—cangkul, sabit, dan ember—untuk memulai kegiatan rutin yang selalu mereka nantikan: bersih-bersih rumput di kebun pondok. Di lahan seluas seperempat hektar, mereka merawat tanaman kacang tanah, okra, dan beberapa jenis tanaman herbal yang menjadi bagian dari proyek ketahanan pangan pondok.
Hari ini, para pengurus melakukan giat Jumat berkah dan belajar tentang pentingnya menjaga kebun dari gulma, yang jika dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Dengan penuh semangat, mereka membersihkan gulma di sekitar tanaman kacang tanah dan okra. Setiap helai rumput liar dicabut agar nutrisi tanah bisa terserap maksimal oleh tanaman yang mereka rawat.
Kegiatan ini bukan sekadar kerja fisik. Di Pondok Cahaya Semesta Salam, bertani bukan hanya tentang menanam dan memanen hasil bumi. Ini adalah bagian dari pelajaran hidup yang diajarkan kepada para santri, bahwa menjaga alam dan memproduksi makanan yang baik adalah wujud nyata dari ajaran Nabi dan perintah Ilahi. Melalui pertanian, para santri diajarkan untuk memahami pentingnya makanan yang halal dan thayyib, yang mereka konsumsi untuk menjaga tubuh dan pikiran yang sehat sebagai generasi Qur’ani.
Setiap Jumat Berkah, suasana kebersamaan semakin terasa. Para santri tidak hanya belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengenal lebih dalam tentang kehidupan. Mereka belajar bahwa bertani adalah salah satu bentuk ibadah, sebuah jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, sekaligus melestarikan bumi dengan menjaga keberlanjutan pangan. (Rochmad Taufik untuk Magelang)