Jurnaljstengdiynews.com-Salam, Magelang —
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Salam menggelar Sarasehan Pengajian Ahad Pagi (PAP) pada Ahad, 31 Agustus 2025, bertempat di Aula PCM Salam, Magelang. Kegiatan ini mengangkat tema “Cara Berbisnis Islami Rasulullah SAW: Membangun Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Umat.”
Acara sarasehan dihadiri oleh ratusan jamaah, tokoh masyarakat, dan para pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Dr. Sudadi, M.Pd. dan Yusron Masduki, S.Psi., dosen PAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sekaligus praktisi enterpreneur, dengan metode dialog interaktif yang memudahkan peserta langsung memahami dan menerapkan ilmu yang disampaikan.
Materi Utama Sarasehan
Dr. Sudadi, M.Pd. memaparkan bahwa Rasulullah SAW telah memulai dunia bisnis sejak usia muda. Pada masa remajanya, beliau belajar berdagang bersama pamannya, Abu Thalib, ke berbagai daerah seperti Syam, Palestina, Mesir, dan Syiria. Rasulullah memegang prinsip dasar bisnis yang sederhana, yaitu mengambil keuntungan secukupnya dan menghindari sikap berlebihan.
Sementara itu, Yusron Masduki menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan melalui bisnis islami sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam paparannya, Yusron menjelaskan bahwa Rasulullah mulai berbisnis secara mandiri sejak usia 17 tahun hingga 37 tahun, dengan pengalaman total 20 tahun berdagang. Modal usaha beliau diperoleh melalui kerja sama dengan Siti Khadijah, seorang saudagar kaya raya, yang kemudian menjadi istri Rasulullah di usia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Yusron juga menyoroti bagaimana Rasulullah berhasil menularkan prinsip bisnisnya kepada para sahabat, termasuk Abdurrahman bin Auf, yang dikenal sebagai konglomerat pada masanya dengan membangun pasar islami di Madinah. Dengan menerapkan pola bisnis Rasulullah, kekayaan Abdurrahman bin Auf pada masa itu bahkan mencapai setara 85.000 triliun.
“Umat Islam harus kembali meneladani model bisnis Rasulullah SAW untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mewujudkan ketahanan pangan umat,” tegas Yusron.
Dialog Interaktif dan Rencana Pemateri Selanjutnya
Dalam sesi tanya jawab, Gus Yusuf, selaku Sekretaris PCM Salam, menanyakan tentang strategi mengambil margin keuntungan yang ideal dalam bisnis islami. Diskusi berjalan dinamis dan aplikatif, sehingga peserta mendapatkan gambaran praktis yang bisa langsung diterapkan.
Menariknya, pada kesempatan ini, para peserta juga menyampaikan harapan besar agar Rochmad Taufiq pegiat konsep nabung pisang, nabung ayam dan nabung domba, diundang menjadi pembicara pada sesi sarasehan selanjutnya. Materi yang disampaikannya dinilai mampu memberikan panduan praktis dan relevan, sesuai dengan tantangan ekonomi umat saat ini.
Sarasehan PAP ini menjadi salah satu upaya PCM dan PCA Salam dalam menghidupkan kembali semangat kemandirian ekonomi umat dengan meneladani jejak bisnis Rasulullah SAW. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat jamaah dan pelaku usaha lokal untuk membangun bisnis halal, beretika, dan berkelanjutan. (Rochmad – untuk Indonesia)