Jurnaljatengdiynews.com- Kulon Progo – Selasa, 10 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 155 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Yusron Masduki, S.Ag., M.Pd.I melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan minyak jelantah di Dusun Pasir Mendit, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak dan ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang bagi kesehatan. Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai dampak pembuangan minyak bekas secara sembarangan yang dapat mencemari lingkungan, seperti menyumbat saluran air dan merusak kualitas tanah.
Tidak hanya penyuluhan, mahasiswa KKN UAD juga memperkenalkan cara alternatif dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin. Melalui praktik tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang produktif.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari warga Dusun Pasir Mendit. Para peserta berharap kegiatan edukasi dan pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UAD, Dr. Yusron Masduki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Apabila masyarakat dalam satu desa mampu mengumpulkan minyak jelantah dan mengelolanya secara bersama-sama, maka limbah tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi yang cukup baik untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Pasir Mendit, Jangkaran,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, limbah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi peluang usaha yang bernilai.
Suasana kegiatan KKN UAD bersama warga Dusun Pasir Mendit, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon.
[YM]












