Jurnaljatengdiynews.com- Kudus, 11 Januari 2026 — Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti pertemuan Paguyuban Jamaah Haji Kabupaten Kudus angkatan pertama tahun 2022, angkatan yang diberangkatkan setelah dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah haji pasca pandemi Covid-19.
Pertemuan rutin tiga bulanan ini dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di kediaman H. Hendra, Desa Singocandi, Kabupaten Kudus. Sebanyak 65 jamaah haji dan hajjah hadir, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan serta tekad untuk terus menjaga silaturahmi dan nilai-nilai kemabruran haji.
Acara diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz H. Panani Sag dari Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memelihara akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan menghadirkan manfaat sosial di tengah masyarakat sebagai wujud haji yang mabrur.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Carto Nuryanto menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah yang tulus dan benar, tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Jabatan, pangkat, pendidikan, kaya atau miskin, pandai atau bodoh—semua hanyalah ujian. Yang paling utama adalah bagaimana kita berdiri di hadapan Allah sebagai hamba yang benar-benar bertakwa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dr. Carto menyampaikan bahwa rasa syukur jamaah haji tidak cukup berhenti pada ibadah personal, tetapi harus diwujudkan dalam kedermawanan sosial dan semangat berbagi. Bagi mereka, berbagi adalah bagian dari amal sholeh yang terus dicita-citakan dan diikhtiarkan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Paguyuban Jamaah Haji Kudus berniat menjelang bulan Ramadhan untuk mengundang para santri yatim dan santri berprestasi dalam kegiatan doa bersama dan santunan. Menariknya, santunan ini tidak diberikan secara konsumtif, melainkan dalam bentuk wakaf produktif melalui program “nabung ayam”.
Program ini dirancang agar hasilnya kelak dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan santri ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjadi bekal modal usaha mandiri bagi para santri di masa depan. Insya Allah, kegiatan tersebut akan dipusatkan di PPR BG Farm, Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, sebagai pusat pembinaan wakaf produktif berbasis pemberdayaan. Menurut keterangan Rochmad Taufiq inisiator konsep nabung Ayam , dengan modal nabung ayam kampung 10 betina 1 pejantan, dalam 3 tahun , dengan ridha Allah insya Allah bisa membiayai lebih dari 20 santri yatim untuk kuliah S1″.terangnya .
Pertemuan ini semakin menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kebersamaan dengan orang-orang sholeh dan sholehah, serta dari amal yang terus mengalir manfaatnya.
Sebagaimana ungkapan salah satu jamaah, “Berkumpul dengan sesama orang sholeh adalah cermin kebahagiaan hakiki, dan berbagi adalah bukti rasa syukur yang nyata.”
Paguyuban Jamaah Haji Kudus berkomitmen untuk terus istiqamah menjadikan silaturahmi ini sebagai sarana penguat iman, pemersatu hati, dan penggerak amal sholeh produktif bagi umat. (Rochmad Taufiq)












