Gambaran Konsep Green Islam melalui Budidaya Jambu Mete
Jurnaljatengdiynews.com- Magelang -Mendalami kajian tentang jambu mete, yang tampaknya memiliki potensi besar dalam menerapkan konsep Green Islam.
Budidaya jambu mete dinilai sebagai solusi ekologis, ekonomi, dan sosial, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan umat.
*1. Aspek Ekologis*
Pohon jambu mete dikenal sebagai tanaman yang tahan kekeringan, dapat tumbuh di lahan marginal, dan membantu menyerap karbon serta mengurangi erosi tanah.
Budidaya ini juga bisa menjadi bagian dari gerakan penghijauan yang mendukung keseimbangan alam.
2. *Aspek Ekonomi*
Jambu mete memiliki nilai ekonomi tinggi, baik dari biji mete yang menjadi komoditas ekspor maupun dari buah semunya (cashew apple) yang bisa diolah menjadi produk olahan seperti jus, manisan, atau fermentasi.
Dengan pengelolaan yang baik, budidaya ini bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi petani.
3. *Aspek Sosial*
Pengembangan koperasi berbasis syariah dalam budidaya jambu mete bisa menjadi solusi bagi pemberdayaan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Selain itu, pendekatan gotong royong dan wakaf produktif dalam pengelolaan lahan dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi komunitas Muslim.
Dengan memahami manfaatnya, budidaya jambu mete layak menjadi bagian dari Green Islam, sebuah konsep yang menggabungkan kesadaran lingkungan, keadilan sosial, dan ekonomi berbasis syariah.
Menurut ustadz noeryoso, ini adalah peluang besar yang perlu dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran umat Islam dalam menjaga bumi. Rochmad Taufik