Jurnaljatengdiynews.com, Kudus – Indonesia masih memiliki tantangan luar biasa dalam mengembangkan kualitas SDM masyarakatnya. Begitu pun dengan masyarakat Kabupaten Kudus dari hasil survei yang masih kategori tingkat minat membaca. Dengan jumlah penduduk 852 443 yang tersebar di kecamatan sembilan baru tercatat diangka 45,8 persen.
Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan minat baca di masyarakat dengan berbagai kreativitas dan kegiatan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) pun kini tengah mengejar target ini dengan sejumlah program, selain pendistribusian buku di daerah perbatasan Kudus hingga perpustakaan keliling di wilayah-wilayah minim literasi. Dan juga ide kreatif menampilkan aplikasi perpustakaan online milik Pemkab Kudus, yakni iKudus . Aplikasi yang sudah bisa di download di playstore ini diharapkan bisa menggaet kalangan muda untuk gemar membaca melalui gadget.
Guna menarik minat baca bagi warga Kudus agar lebih nyaman, tenang, sejuk dan senang, dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kudus sedang bercita-cita untuk membangun gedung perpustakaan yang representatif, berwawasan hijau dikolaborasikan dengan taman baca dan edu agrowisata mengumpulkan petani dan peternak lokal di sekitar gedung perputakaan. Gedung perpustakaan berwawasan hijau dengan kombinasi nuansa sawah dan kebun tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat membaca masyarakat Kota Kudus.
Kepala Dinas Arpusda Kudus Samani Intakoris menuturkan, “Mohon doa nya njih kami ini baru bercita cita, semoga kedepan perpustakaan kami bisa bertemu dengan njenengan-njennegan para peternak domba dan ayam kampung disini.” Terang Samani saat berkunjung di Kebun KUB An Nur Wergu Wetan.
Akan sangat menyenangkan bila cita cita lokasi perpustakaan di Kudus yang berkolaborasi dengan taman eduagrowisata tersebut benar-benar terwujud, “nanti saat para warga, pelajar dan pelajar membaca buku-buku perpustakaan disini, setelah itu mereka bisa melihat domba domba, melihat waduk, melihat tanaman -tanaman hijau, melihat ternak ayam kampung, sehingga mereka menjadi betah” tambah Samani.
Dengan semakin banyaknya tempat membaca, harapannya masyarakat semakin mudah mendapatkan buku sehingga bisa menarik minat mereka membaca di tengah-tengah beraktivitas, termasuk di tempat wisata. Gila