Friday, July 17, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Gong Jnagong Ngopi: Bersama Mas Profesor Ahli Pertanian Dibidang Ketahanan Pangan di Kebun Kopi

Admin by Admin
August 27, 2024
in Berita, Pendidikan, Pertanian
A A
0
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljarengdiynews.com. Kebun kopi- Di sebuah pagi yang cerah di sebuah mushola besar di hutan kopi milik pak prof Panji, suasana damai menyelimuti kebun kopi yang asri. Aroma kopi yang baru diseduh membaur dengan udara segar pegunungan. Di tengah keindahan ini, sekelompok orang terhimpun untuk menikmati kopi pagi sambil berdiskusi tentang masa depan bangsa.

Di meja kayu yang dikelilingi oleh tanaman kopi, duduk Profesor Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, seorang guru besar teknologi pangan dari UGM. Di sampingnya, hadir mas komjen Susno dan mas Kivlan zein, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya. Mereka semua berkumpul untuk membahas sebuah tema penting: ketahanan pangan dan masa depan bangsa Indonesia.

Profesor Djagal, dengan keahlian dan pengalaman panjangnya dalam teknologi pangan, memulai diskusi dengan penuh semangat. “Kita harus memahami bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang jumlah makanan yang tersedia, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan sistem pangan kita,” katanya. “Untuk menyongsong seribu tahun ke depan, bangsa Indonesia harus belajar dari negara-negara yang telah berhasil mempertahankan keberlanjutan mereka selama ribuan tahun.”

Jenderal Polisi Susno menanggapi dengan serius, “Jika kita ingin Indonesia bertahan dan berkembang dalam jangka panjang, kita perlu memastikan bahwa setiap aspek dari sistem pangan kita diperkuat. Ini termasuk SDM yang berkualitas, teknologi yang maju, dan strategi yang komprehensif.”

Berita Terkait

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

Load More

Jenderal ABRI mas Kivlan menambahkan, “Indonesia saat ini adalah medan pertempuran di berbagai sektor. Namun, kita harus fokus pada ketahanan pangan sebagai fondasi utama. Tanpa ketahanan pangan, semua upaya lainnya mungkin akan sia-sia.”

Profesor Djagal mengangguk setuju. “Benar. Ketahanan pangan adalah kunci untuk membangun ketahanan nasional. Sejarah menunjukkan bahwa kerajaan Majapahit, misalnya, telah memulai perjalanan ini dengan pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Kita perlu meneruskan tradisi ini dengan cara yang lebih modern dan berkelanjutan.”

Diskusi berlanjut dengan membahas bagaimana komunitas peduli pertanian dan lingkungan dapat berperan. Taufiq, seorang aktivis lingkungan, berbicara dengan penuh semangat, “Kita perlu membangun lembaga pendidikan yang mengedepankan toleransi dan perdamaian serta memperkuat ketahanan pangan. Itu adalah solusi terbaik untuk menghadapi tantangan di masa depan.”

Selama diskusi, kopi☕ pagi terus mengalir, menambah kehangatan suasana. Semua peserta sepakat bahwa keamanan negara dan ketahanan pangan adalah dua hal yang harus diintegrasikan dengan baik. “Kita harus mengamankan geopolitik kita dari sekarang hingga tahun 2045,” kata Rochmad, menekankan pentingnya persiapan jangka panjang.

Di akhir pertemuan, Profesor Djagal mengingatkan bahwa, “Masih ada waktu 25 tahun lagi untuk mencapai Indonesia emas. Kita harus memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dengan karakter dan komitmen yang baik.”

Sambil menyesap kopi☕, semua peserta merasakan semangat baru dan harapan untuk masa depan bangsa. Diskusi pagi itu menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara berbagai sektor adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.(Taufiq)

Previous Post

Pertemuan Rutin KUB Gerbang Makmur Sejahtera: Evaluasi Expo Hari Koperasi dan Persiapan Expo Hari Jadi Kota Kudus

Next Post

Tawuran Antar Geng di Kudus: 1 Pemuda Kritis, 8 Pelaku Ditahan

RelatedPosts

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
Kolaborasi Orang-Orang Beriman Menorehkan Tinta Emas di Pondok Literasi Alam PPR BG Farm
Agama

Kolaborasi Orang-Orang Beriman Menorehkan Tinta Emas di Pondok Literasi Alam PPR BG Farm

July 14, 2026
Dr. Sawitri,S.Sn.M.Hum Ajak Masyarakat Jadikan Teknologi sebagai Sahabat Pelestarian Budaya
Berita

Dr. Sawitri,S.Sn.M.Hum Ajak Masyarakat Jadikan Teknologi sebagai Sahabat Pelestarian Budaya

July 14, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Semangat Pengabdian Tak Pernah Padam, HUT ke-27 PP POLRI Cabang Kudus Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Berita

Semangat Pengabdian Tak Pernah Padam, HUT ke-27 PP POLRI Cabang Kudus Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

July 11, 2026
Next Post
Tawuran Antar Geng di Kudus: 1 Pemuda Kritis, 8 Pelaku Ditahan

Tawuran Antar Geng di Kudus: 1 Pemuda Kritis, 8 Pelaku Ditahan

RECOMMENDED NEWS

Tawuran Antar Geng di Kudus: 1 Pemuda Kritis, 8 Pelaku Ditahan

Tawuran Antar Geng di Kudus: 1 Pemuda Kritis, 8 Pelaku Ditahan

2 years ago
MEMPERINGATI HPN PENASEHAT IWOI SLEMAN, SAATNYA JURNALIS JADI ENTREPRENEUR

MEMPERINGATI HPN PENASEHAT IWOI SLEMAN, SAATNYA JURNALIS JADI ENTREPRENEUR

2 years ago
Wawasan Ketahanan pangan nasional  Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

1 year ago
Kemeriahan Maulid Nabi di Dusun Waru,  Ratusan Warga Sambut Dengan Penuh Semangat dan Kebersamaan

Kemeriahan Maulid Nabi di Dusun Waru, Ratusan Warga Sambut Dengan Penuh Semangat dan Kebersamaan

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa
  • Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
  • Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

Category

Recent News

Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa

Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa

July 17, 2026
Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved