Jurnaljatengdiynews.com. Jepara, Minggu (15/02/2026) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, jajaran pengurus Yayasan YMKI Jepara melaksanakan agenda study tiru dan silaturahmi ke Panti Bina Insani Jepara yang berlokasi di RW III, Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan YMKI, Ustadz Darno, yang juga merupakan Pengasuh Yayasan Luqmanul Hakim, didampingi Divisi Pertanian Ustadz Subi Zamzami. Rombongan diterima hangat oleh Ustadz Sudirman selaku Ketua Yayasan sekaligus Ketua Panti Bina Insani Jepara.
Agenda silaturahmi ini mengusung tema study tiru, dengan fokus utama menggali kronologi dan proses pendirian panti dari nol hingga berkembang seperti saat ini. Dalam pemaparannya, Ustadz Sudirman menceritakan bahwa Panti Bina Insani dirintis secara mandiri (one man show). Awalnya beliau mengontrak satu rumah, bagian belakang digunakan untuk tempat tinggal keluarga, sedangkan bagian depan difungsikan sebagai asrama anak-anak binaan.
Langkah awal dimulai dengan membina lima anak dari Pekalongan. Anak-anak tersebut tidak hanya difasilitasi pendidikan formal, tetapi juga dibina akhlak dan mentalnya. Seiring perjalanan waktu, beliau memberanikan diri mengambil pinjaman bank untuk membeli kavling tanah sebagai langkah pengembangan. Setelah itu, gerakan fundraising atau penggalangan dana semakin digencarkan secara konsisten.
Dalam sesi diskusi, Ustadz Sudirman juga memberikan pesan penting bagi para penggerak yayasan sosial. Menurut beliau, jika ingin mendirikan panti, maka harus berani memulai dengan menerima minimal 3–5 anak untuk tinggal dan dibina. Dari situlah akan tumbuh rasa tanggung jawab yang kuat, sehingga pengurus akan terdorong memikirkan kebutuhan harian anak-anak, mulai dari makan, jajan, pendidikan, hingga pembinaan karakter.
Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi dan pemantik semangat bagi Yayasan YMKI Jepara dalam menguatkan program pembinaan dan pengembangan lembaga, khususnya dalam menyambut Ramadhan dengan program-program sosial yang lebih terarah dan berdampak.
Silaturahmi semacam ini direncanakan akan dirutinkan sebagai bagian dari penguatan jaringan antar yayasan sosial, agar tumbuh kolaborasi, sinergi, dan semangat berbagi pengalaman dalam membangun kemandirian lembaga demi kemaslahatan umat. (Luqman hakim)













