Jurnaljatengdiynews.com. Kulon Progo – Wisata Hutan Mangrove di Padukuhan Pasir Kadilangu, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyimpan potensi wisata alam yang besar. Namun demikian, potensi tersebut dinilai masih membutuhkan sentuhan promosi yang lebih kuat serta dukungan investor agar dapat berkembang secara optimal.
Pada Ahad, 1 Maret 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 155 melaksanakan kegiatan pendampingan di Padukuhan Pasir Kadilangu. Kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Yusron Masduki, S.Ag., M.Pd.I, dengan fokus pada pengembangan Desa Wisata Hutan Mangrove.
Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui upaya menghidupkan kembali potensi wisata Hutan Mangrove di wilayah pesisir Pasir Kadilangu yang berada di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Purworejo. Sebelumnya, kawasan wisata ini sempat mengalami penurunan kunjungan, terutama setelah pandemi Covid-19.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN melakukan berbagai langkah pendampingan, di antaranya pengelolaan dan penguatan promosi melalui media sosial, pembuatan konten promosi wisata, serta penambahan sarana pendukung seperti papan petunjuk arah menuju lokasi wisata agar lebih mudah diakses oleh pengunjung.
Dengan adanya program ini, diharapkan pengelolaan desa wisata dapat menjadi lebih terarah, promosi semakin luas, dan masyarakat setempat semakin terlibat dalam mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan.
Menurut Dr. Yusron Masduki, upaya mempromosikan wisata Hutan Mangrove di kawasan pesisir memerlukan inovasi kreatif agar mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Beberapa gagasan yang dapat dilakukan antara lain penyelenggaraan lomba layang-layang tingkat nasional, lomba melukis dengan tema pantai dan hutan mangrove, serta penyusunan paket wisata yang bekerja sama dengan hotel dan restoran di sekitar kawasan tersebut.
“Apalagi lokasi wisata ini relatif dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport). Dengan dukungan pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata, bukan tidak mungkin kawasan Hutan Mangrove Pasir Kadilangu dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yusron.
Sementara itu, Kepala Dukuh Pasir Kadilangu, Risdianto, menegaskan bahwa potensi wisata di wilayahnya tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya. Namun menurutnya, kawasan ini masih membutuhkan dukungan promosi yang lebih kuat serta kehadiran investor untuk mengembangkan berbagai fasilitas wisata.
“Obyek wisata ini memiliki area yang luas, bahkan sejauh mata memandang dipenuhi hamparan hutan mangrove yang indah. Kami berharap ada perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun investor, agar potensi wisata ini dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Risdianto saat ditemui di lokasi pantai hutan mangrove.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, pemerintah, dan investor, diharapkan Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu dapat tumbuh menjadi destinasi wisata alam yang menarik sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (YM)













