Jurnaljatengdiynews.com- Kudus, 04/01/26. Mengawali tahun baru 2026, owner BG Farm yang juga dikenal sebagai pegiat pertanian pisang dan pegiat nabung ayam, memilih cara yang sederhana namun sarat makna dalam mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT. Rasa syukur itu sekaligus menjadi penutup indah atas terselenggaranya hajat pernikahan putra dan putrinya yang telah dilaksanakan dengan lancar di penghujung tahun 2025.
Tanpa panggung megah dan tanpa undangan resmi berbalut kemewahan, rasa syukur itu diwujudkan cukup dengan mengundang kolega dekat dari berbagai komunitas UMKM , Grup JBO, KUB masjid An Nur, group BCM, group Permadani, serta para pegiat pertanian terintegrasi PPR BG Farm. Semua dipersatukan di sebuah gubug sederhana di tengah kebun pisang, dengan suasana asri, adem, dan penuh pesona alam pedesaan.
Acara berlangsung sangat merakyat. Hidangan yang tersaji pun jauh dari kesan mewah, justru menghadirkan nostalgia “menu jadul khas petani”, kacang rebus, pisang godog, singkong rebus atau yang akrab disebut kue Belanda (cassava), kue Samarinda, wajik, umbi jalar, hingga sate lontong dan nasi gulai khas warung Mas Mad. Sederhana, hangat, dan mengenyangkan—baik perut maupun hati.
Puluhan pegiat UMKM dan pertanian hadir silih berganti. Bahkan sejak pagi hari, beberapa tamu sudah lebih dulu tiba di lokasi dan bertahan hingga sore dan petang. Hadir lebih awal Dr. Murtono, owner Kampung Kutho sekaligus Rektor Universitas Safin Pati, yang dikenal sebagai pegiat UMKM dan pendidikan. Turut hadir pula Dr. Carto Nuryanto, dosen Hukum Syariah UIN Kudus, serta tokoh-tokoh komunitas lainnya, termasuk Mr. Handoko, owner Rumah Londo yang unik dan penuh cerita.
Suasana pertemuan mengalir alami. Diskusi ngopi santai berlangsung tanpa sekat, obrolan tentang pengantin baru, pertanian dan kebun pisang, nabung ayam, UMKM, hingga topik-topik ringan yang kadang lucu dan mengundang tawa.
Kehadiran Mr Yogo dan me Zaenal Abidin kolega yang punya banyak cerita Seperi tumbu ketemu tutup mereka berdua cerita hingga petang hari pada hal hal kehidupan yang membumi.
Tidak ada forum resmi, namun justru di situlah lahir kehangatan dan pertukaran gagasan yang jujur.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Carto Nuryanto didaulat memberikan tausiyah singkat kepada kedua mempelai. Beliau menekankan bahwa kunci sukses rumah tangga terletak pada ikhtiar mencari rezeki yang halal. Dari penghasilan yang halal itulah, kata beliau, anak-anak akan tumbuh dengan makanan yang baik, yang kelak mempengaruhi karakter, perilaku, dan kemudahan hidup mereka di masa depan.
Beliau juga mengingatkan pentingnya lingkungan pergaulan.
“Siapa kita hari ini sangat dipengaruhi dengan siapa kita berkumpul. Berkumpul dengan penjual parfum, kita ikut wangi. Berkumpul dengan orang pintar, kita ketularan pintar. Berkumpul dengan ahli hukum, kita jadi paham hukum,” ungkapnya, disambut anggukan dan senyum para hadirin.
Acara ditutup tanpa seremoni. Obrolan santai terus berlanjut hingga sore dan petang hari. Sementara itu, para kolega UMKM yang datang lebih malam melanjutkan silaturahmi dengan berkunjung langsung ke rumah pengantin di Mlati Kidul, Kudus.
Syukuran sederhana di tengah kebun pisang itu menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan, tetapi dari niat yang lurus, kebersamaan, dan rasa syukur yang tulus. Sebuah pesan halus dari para petani dan pegiat UMKM: hidup cukup dijalani dengan jujur, membumi, dan terus terhubung dengan Allah serta sesama. (Rochmad Taufiq untuk Indonesia)













