Jurnaljatengdiynews.com- Semarang, Jatirunggo – Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang tergabung dalam Kelompok 24 KKN Tematik mengadakan kegiatan edukatif dan praktis di Dusun Krajan, Desa Jatirunggo, Kabupaten Semarang. Salah satu program unggulan mereka adalah pembuatan tempat sampah organik dan anorganik dari bahan bekas ember cat.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak warga Dusun Krajan Desa Jatirunggo untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah tangga. Dengan lingkungan yang bersih, risiko penyakit menular dapat ditekan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” ujar Yuliana Dewi Purnama Sari, salah satu anggota KKN Kelompok 24.
Lanjan – Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang tergabung dalam Kelompok 24 KKN Tematik juga mengadakan kegiatan edukatif dan praktis di MI Miftakhul Ulum Kalibanger, Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Dengan semangat itulah, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi sederhana berupa pembuatan plank sampah di MI Miftakhul Ulum Kalibanger. Bahan yang dipakai yaitu dari kayu bekas, Desain Kreatif – Plank dirancang dengan desain penjelasan terurainya sampah, gambar edukatif, dan warna cerah agar mudah menarik perhatian siswa sekolah dasar. Manfaat pembuatan plank ini bertujuan agar siswa dapat menjaga kebersihan, memahami pentingnya memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya. (Rochmad)