Jurnaljatengdiynews.com. BANDUNG —
Usai mengikuti kegiatan asesmen dan sertifikasi fasilitator pertanian organik di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sejumlah peserta melakukan kunjungan inspiratif ke rooftop organik milik Mr. Bayu, seorang aktivis dan pelopor pertanian organik di Kota Bandung.
Kunjungan dilakukan di kediaman Mr. Bayu yang beralamat di Jalan Babakan Ciparay No. 109, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Meski berada di tengah kawasan padat penduduk dengan keterbatasan lahan, Mr. Bayu berhasil membuktikan bahwa pertanian organik tetap dapat dikembangkan secara produktif melalui pemanfaatan rooftop lantai 4 rumahnya.
Hamparan sayuran hijau, tanaman herbal, hingga aneka tanaman pangan tumbuh subur di atas bangunan tersebut. Penataan yang rapi dan sistem budidaya yang kreatif menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta asesmen yang hadir.
Mr. Bayu dikenal sebagai sosok pelopor organik yang berpikir solutif dan ahli dalam memberikan motivasi kepada masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti bertani.
“Kalau ada kemauan dan kreativitas, lahan sempit pun bisa menjadi sumber pangan sehat. Rooftop ini menjadi contoh bahwa pertanian organik bisa hadir di tengah kota,” ungkap Mr. Bayu saat memberikan penjelasan kepada peserta.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan banyak wawasan mengenai teknik budidaya organik perkotaan, pemanfaatan media tanam sederhana, pembuatan pupuk organik, hingga pengelolaan tanaman di area rooftop.
Suasana penuh keakraban dan semangat belajar tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para peserta mengaku termotivasi dan terinspirasi untuk mengembangkan pertanian organik di lingkungan masing-masing, termasuk memanfaatkan pekarangan maupun atap rumah yang selama ini belum digunakan secara optimal.
Kegiatan kunjungan ini menjadi penutup yang berkesan setelah rangkaian asesmen di BBPP Lembang. Selain mempererat silaturahmi antar pegiat organik, kegiatan ini juga memperkuat semangat membangun pertanian sehat, mandiri, dan berkelanjutan dari lingkungan terkecil. (Rochmad Taufiq)










