Jurnaljatengdiynews.com. Bandung. Ade Anwar, pelopor pertanian organik asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian dalam kegiatan Sertifikasi Kompetensi Fasilitator Pertanian Organik Nasional di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.
Kegiatan bergengsi tingkat nasional tersebut diikuti oleh 49 peserta pilihan dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri dari mentor pertanian, akademisi, pegiat organik, petani muda, pengelola P4S, hingga aktivis pertanian berkelanjutan. Mereka mengikuti serangkaian asesmen kompetensi sebagai calon fasilitator pertanian organik bersertifikat nasional.
BBPP Lembang pun seakan berubah menjadi “kawah candradimuka” lahirnya para penggerak pertanian organik Indonesia.
Ade Anwar dikenal sebagai praktisi lapangan yang konsisten mengembangkan sistem pertanian organik murni di bawah payung RSI dan kelompok tani Tani Mulyo. Dengan pengalaman panjang mendampingi petani, ia hadir membawa semangat bahwa pertanian sehat dan ramah lingkungan mampu menjadi solusi masa depan bangsa.
Dalam sesi diskusi dan paparan pengalaman lapangan, Ade Anwar sukses menarik perhatian peserta lain ketika memaparkan keberhasilan budidaya padi organik yang dikembangkannya di Ciamis.
Menurutnya, sistem organik murni yang diterapkan mampu menghasilkan produktivitas panen mencapai 9 hingga 12 ton per hektare, sebuah capaian yang dinilai sangat baik untuk pertanian berbasis organik.
“Banyak yang mengira organik hasilnya kecil. Padahal kalau dikelola serius dan ekosistem tanahnya sehat, hasilnya justru bisa luar biasa,” terang Ade Anwar.
Ia kemudian memberikan contoh perbandingan nyata antara tanaman padi nonorganik dan organik yang ia kelola.
“Kalau nonorganik, satu rumpun biasanya hanya sekitar 15 tunas. Tetapi pada sistem organik yang kami tanam, satu rumpun bisa mencapai 25 sampai 30 tunas,” jelasnya di hadapan peserta asesmen.
Paparan tersebut langsung menjadi bahan diskusi hangat antar peserta dan asesor. Banyak yang menilai metode yang diterapkan Ade Anwar sangat relevan untuk menjawab tantangan pertanian modern, terutama dalam menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, serta meningkatkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.
Selain fokus pada produktivitas, Ade Anwar juga menekankan bahwa pertanian organik bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang menjaga kesehatan manusia, tanah, air, dan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
Keikutsertaan Ade Anwar dalam sertifikasi nasional ini menjadi bukti bahwa petani dan pegiat organik daerah mampu tampil dan berbagi inspirasi di tingkat nasional.
🌾 Organik bukan langkah mundur, tetapi lompatan menuju pertanian masa depan.
🌱 “Organik bukan sekadar metode tanam, tetapi gerakan menjaga kehidupan dan masa depan bumi.”
— Rochmad taufiq











