Jurnaljatengdiynews.com- Magelang – Semangat memakmurkan lahan terus tumbuh melalui gerakan nabung pisang dengan komoditas unggulan pisang kepok tanjung. Komoditas ini dinilai tidak hanya produktif, namun juga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.
Ustad Noeryoso, Badongan, Magelang, menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna. Menurut beliau, bila ingin memanfaatkan lahan di lingkungan sekitar, hendaknya memilih komoditas unggulan yang jelas manfaatnya.
“Pisang kepok tanjung ini selain kualitasnya bagus, buahnya juga besar-besar. Bahkan sebelum dipanen, sudah jadi sedekah alam,” tutur Ustad Noeryoso.
Beliau juga menyampaikan pesan unik yang sarat hikmah,
“Sedekah pisang untuk para kelelawar dan codot dulu, biar alam ikut merasakan rezekinya.”
Pada sore hari Sabtu, 23 Januari 2026, dilakukan pengecekan langsung ke kebun pisang kepok tanjung. Meski baru sempat dipantau, hasilnya menggembirakan. Pisang tampak matang di pohon, dengan dua sisir yang sudah siap, dan setiap tandan berisi minimal hingga 12 buah—menandakan pertumbuhan yang sehat dan kualitas yang menjanjikan.
Gerakan nabung pisang ini menjadi contoh bahwa bertani tidak sekadar mengejar hasil, tetapi juga menghidupkan nilai keberkahan, kesabaran, dan kepedulian terhadap makhluk lain. Dari lahan sederhana, lahir manfaat besar—untuk manusia dan alam semesta.
Menanam pisang, menabung . (Rochmad Taufiq)












