Jurnaljatengdiynews.com-Kabupaten Semarang — Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang tergabung dalam Kelompok 24 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan praktis di Dusun Krajan, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, dan Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono. Program ini mengusung tema “Kebersihan Lingkungan sebagai Upaya Pencegahan Stunting” dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta pembiasaan pola hidup bersih dan sehat.
Program di Jatirunggo: Pembuatan Tempat Sampah Organik dan Anorganik
Di Dusun Krajan, mahasiswa UNW melaksanakan program unggulan berupa pembuatan tempat sampah organik dan anorganik untuk mendukung kebersihan lingkungan dan pencegahan stunting.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa lingkungan bersih berkaitan erat dengan kesehatan anak dan tumbuh kembangnya. Sampah yang tidak terkelola dapat menimbulkan penyakit infeksi seperti diare, yang berdampak pada penyerapan gizi dan memicu stunting pada anak.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah tangga. Dengan lingkungan bersih, risiko penyakit menular dapat ditekan sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,”
jelas Yuliana Dewi Purnama Sari, anggota KKN Kelompok 24.
Dalam praktiknya, mahasiswa bersama warga membuat tempat sampah sederhana dari ember bekas. Tempat sampah organik dicat hijau, sementara tempat sampah anorganik diberi warna kuning lengkap dengan label pembeda. Sampah organik nantinya diolah menjadi kompos untuk pertanian keluarga, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan untuk dijual kembali, menambah nilai ekonomi bagi warga.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan mahasiswa UNW terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Dengan pendekatan edukasi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal, mahasiswa berharap masyarakat dapat menjalankan pola hidup sehat secara berkelanjutan.
Program di Lanjan, Pembuatan Plank Sampah di MI Miftakhul Ulum Kalib
(Rochmad – Untuk Indonesia)