Jurnaljatengdiynews.com- Rembang, Senin (30/3/2026) — Suasana hangat penuh semangat tampak di Gedung DPRD Rembang saat rombongan santri milenial dan kru Yayasan An Naba melaksanakan audiensi bersama Komisi IV. Kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam memperkuat sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan program ketahanan pangan berbasis pondok.
Turut membersamai kegiatan ini, seorang akademisi sekaligus pembimbing senior, Dr. Carto, yang memberikan dukungan penuh serta arahan strategis dalam jalannya audiensi.
Sebanyak 20 anak yatim bersama 10 pendamping hadir membawa semangat belajar langsung tentang fungsi dan peran lembaga legislatif. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para santri tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berbagi cerita perjuangan dan program unggulan yang tengah dikembangkan di Pondok An Naba.
Program Pertanian Terintegrasi Jadi Sorotan*
Dalam pemaparannya, pihak yayasan menjelaskan konsep pertanian terintegrasi yang sedang dikembangkan sebagai upaya membangun kemandirian pangan di lingkungan pondok. Program ini mencakup pengelolaan lahan, budidaya tanaman pangan, hingga pemberdayaan santri dalam praktik langsung di lapangan.
Konsep ini mendapat perhatian khusus dari anggota dewan, mengingat pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis daerah. Terlebih, pendekatan berbasis pondok dinilai mampu menciptakan generasi mandiri sekaligus produktif.
Apresiasi Tinggi dari Komisi IV*
Salah satu anggota Komisi IV menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kepedulian Yayasan An Naba dalam membina anak-anak yatim.
“Kami sangat mengapresiasi pengurus yayasan, khususnya Bapak Kusworo, yang telah berkomitmen memberikan pembinaan kepada anak-anak yatim. Ini bukan pekerjaan ringan, tapi sangat mulia dan berdampak besar,” Terang Gus Ilyas.
Beliau juga menegaskan bahwa pihak dewan siap merespon kebutuhan sarana dan prasarana melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pengajuan proposal resmi dan pembahasan dalam forum perencanaan daerah seperti musrenbang.
Peran Akademisi Dukungan dan Apresiasi Dr. Carto*
Kehadiran Dr. Carto menjadi nilai tambah dalam audiensi ini. Beliau tidak hanya mendampingi, tetapi juga memberikan pandangan konstruktif serta mendorong sinergi yang lebih kuat antara yayasan dan legislatif.
Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas respon yang diberikan oleh Komisi IV:
“Alhamdulillah, respon para anggota dewan sangat baik dan positif. Ini menjadi harapan besar bagi penguatan program-program An Naba ke depan,” terang Dr. Carto.
Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari DPRD perlu terus dijaga dan ditindaklanjuti secara konkret, terutama dalam pengawalan program-program strategis yayasan.
“Kami berharap anggota dewan dapat ikut mengawal dan membersamai program-program An Naba, agar benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim,” imbuhnya.
Dukungan Program & Arah Kebijakan*
*Dalam diskusi tersebut, dijelaskan bahwa,*
DPRD memiliki 45 anggota yang mewakili aspirasi sekitar 650.000 penduduk Rembang
Komisi IV berfokus pada bidang sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat
Yayasan sosial seperti An Naba memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan melalui pengajuan ke Bupati melalui bagian kesejahteraan rakyat (Kesra)
*Perencanaan program dimulai dari musrenbang desa hingga kabupaten*
Komisi IV juga menyatakan kesiapan untuk mengawal dan memperjuangkan program An Naba agar bisa masuk dalam skema anggaran daerah, terutama karena dinilai aktif dan memiliki dampak nyata.
Motivasi Mendalam untuk Anak Yatim*
Momen paling menyentuh terjadi saat salah satu anggota dewan berbagi kisah pribadinya yang memiliki saudara yatim. Ia memberikan motivasi kuat kepada para santri,
“Jangan pernah merasa minder. Kalian harus semangat. Saya pernah membimbing dari jualan pentol hingga bisa bekerja di Jepang dan sukses. Kunci nya adalah kemauan belajar dan mengikuti perkembangan zaman.” terang Gus ilyas
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis zaman, termasuk penguatan teknologi informasi dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) bagi santri.
Peluang Sekolah Rakyat untuk Masa Depan*
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan adanya program “Sekolah Rakyat” bagi masyarakat miskin kategori desil 1 dan 2 di Rembang. Program ini menyediakan pendidikan lengkap dengan fasilitas makan dan pakaian, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Lokasinya direncanakan di wilayah landoh Sulang dan akan mulai berjalan sekitar pertengahan tahun ini.
*📊 Pentingnya Data dan Kolaborasi*
DPRD menekankan pentingnya validasi data anak yatim, karena tidak semua yatim masuk kategori terlantar. Oleh karena itu, yayasan diharapkan aktif berkoordinasi dengan dinas sosial agar program yang diajukan tepat sasaran.
Respon Nyata, Santunan untuk Santri Yatim
Sebagai bentuk kepedulian langsung, respon positif dari anggota dewan juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada para santri yatim binaan An Naba di ruang acara. Hal ini semakin menguatkan komitmen bersama dalam mendukung masa depan anak-anak yatim.
Audiensi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara santri milenial, akademisi, yayasan sosial, dan pemerintah daerah dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Semangat anak-anak yatim An Naba yang penuh harapan berpadu dengan dukungan legislatif menjadi energi besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Dengan langkah nyata melalui pertanian terintegrasi dan pendidikan berbasis kemandirian, Pondok An Naba terus melangkah menjadi model pemberdayaan yatim yang inspiratif di Kabupaten Rembang.
*“Dari ruang dewan, lahir harapan besar* anak yatim hari ini adalah pemimpin masa depan.”
(Rochmad Taufiq – untuk Indonesia)












