Jurnaljatengdiy.com. Klaten — Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai Pertemuan Klaten Health Tourism Stakeholders yang digelar di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Klaten, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kinarya Anak Bangsa, pemerintah daerah, dinas terkait, tenaga medis, asosiasi, pelaku wisata air, hingga KADIN. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan arah baru pengembangan pariwisata Klaten yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas.
Dalam forum tersebut, Kinarya Anak Bangsa menekankan pentingnya penerapan konsep Health Tourism dan Eco Tourism yang berlandaskan pada kaidah konservasi lingkungan. Konsep ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Di tengah letaknya yang strategis di antara Surakarta dan Yogyakarta yang dikenal dengan dinamika pariwisatanya, Klaten justru diarahkan untuk mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih mengusung keramaian, Klaten didorong menjadi destinasi dengan konsep keheningan, wellness, dan kesehatan jiwa raga.
Gagasan ini disampaikan oleh Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa, yang menilai bahwa Klaten memiliki potensi kuat untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih reflektif dan menenangkan. Potensi tersebut meliputi keberadaan mata air alami, jejak sejarah Kerajaan Medang, warisan spiritual Sunan Pandanaran, hingga peninggalan candi-candi bersejarah.
Selain itu, Laksono Trisnantoro turut memperkaya diskusi dengan mengusulkan konsep wisata tidur (sleep tourism). Inovasi ini membuka peluang pengembangan layanan wisata berbasis kesehatan, khususnya dalam menangani gangguan tidur (sleeping disorder), sehingga wisatawan dapat memperoleh manfaat pemulihan fisik dan mental selama berkunjung.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju transformasi pariwisata Klaten sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan penyembuhan. Ke depan, Klaten diharapkan mampu menjadi ruang hening di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sekaligus contoh harmonisasi antara manusia dan alam.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, seluruh pihak optimistis bahwa pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan lingkungan ini akan membawa keberkahan serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang. 🌿(Rochmad Taufiq -untuk Indonesia)












