Jurnaljatengdiynews.com . Kudus, 31 Maret 2026 — Suasana Halal Bihalal (HBH) STI Kudus tahun ini terasa begitu istimewa dan penuh warna. Bertempat di Gedung Krida Kabupaten Kudus, sebanyak 135 peserta dari berbagai kecamatan hadir dalam balutan kebersamaan yang hangat, meriah, dan sarat makna.
Sejak pagi, suasana telah dipenuhi aura kebahagiaan. Para perempuan tampil anggun dan menawan, sementara para lelaki hadir dengan penuh percaya diri dan semangat. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang membangkitkan energi positif sekaligus mempererat kekompakan antar anggota sebelum memasuki rangkaian inti acara.
Ketua STI Kudus, Munadji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum penting untuk saling memaafkan dan memperkuat nilai persaudaraan. “Ini bukan sekadar tradisi, tetapi implementasi nyata dari kerendahan hati dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Yang paling mencuri perhatian adalah seragam bernuansa emas yang dikenakan para peserta. Warna ini bukan sekadar estetika, tetapi mengandung filosofi mendalam. Dewan Penasehat STI Kudus, Carto Nuryanto, menegaskan bahwa emas melambangkan semangat berkarya tanpa batas usia.
“Walau usia terus bertambah, semangat harus tetap emas—berkarya emas, berkreasi emas, dan berdedikasi emas,” tuturnya penuh inspirasi.
Kemegahan acara semakin terasa saat tujuh kelompok perwakilan menampilkan kreasi senam terbaik mereka. Setiap kelompok tampil dengan ciri khas dan kreativitas yang memukau, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Antusiasme ini menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan dan semangat hidup sehat benar-benar tumbuh di dalam komunitas STI Kudus.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, STI Kudus juga aktif dalam kegiatan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Carto Nuryanto menyampaikan bahwa komunitas ini rutin mengadakan bakti sosial, berbagi kepada sesama, serta memberikan perhatian kepada pondok pesantren, masjid, dan panti asuhan.
Menariknya, ke depan STI Kudus juga memiliki agenda penguatan wawasan dan praktik langsung di bidang kemandirian pangan dan pertanian organik. Dalam forum tersebut muncul rencana kunjungan bersama ke BG Farm Kudus sebagai pusat pembelajaran pertanian organik. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menambah pengetahuan anggota, sekaligus membuka peluang pengembangan program berbasis ketahanan pangan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan salam-salaman penuh kehangatan, menandai kebersihan hati dan eratnya tali silaturahmi. Tawa, haru, dan kebahagiaan menyatu dalam satu momentum yang penuh keberkahan.
HBH STI Kudus tahun ini bukan hanya ajang temu kangen, tetapi juga bukti nyata bahwa komunitas yang solid mampu menghadirkan energi positif dan arah gerak yang progresif. Dengan semangat “emas” yang terus dijaga, STI Kudus optimis melangkah ke depan, membawa kesehatan, kebahagiaan, serta inspirasi bagi masyarakat luas.
“Dalam ridho-Nya, kebersamaan ini semoga terus terjaga,” menjadi doa yang mengakhiri rangkaian acara penuh makna tersebut.
(Rochmad Taufiq — untuk Kudus












