Rembang, Senin (30/03/2026) — Usai agenda audiensi bersama DPRD Rembang, Dr. Carto tidak langsung kembali ke kediamannya. Momentum bulan Syawal tersebut justru dimanfaatkan untuk meninjau langsung kebun organik mini milik An Naba yang berada di depan kantor yayasan.
Kunjungan ini dilanjutkan dengan diskusi ringan namun penuh makna yang berlangsung di musala, usai salat Dzuhur hingga menjelang Ashar. Dalam suasana santai dan kekeluargaan, dialog berkembang menjadi pembahasan mendalam tentang arah masa depan An Naba, termasuk penguatan program-program unggulan yang sedang dan akan dijalankan.
Pendekatan yang dibangun bukan sekadar formalitas, melainkan dialog dari hati ke hati. Tujuan utamanya adalah memperkuat ikatan visi dan misi, sehingga relasi yang terjalin tidak hanya berhenti pada peran sebagai donatur loyal, tetapi meningkat menjadi “ansor”—pendukung aktif yang turut membersamai perjuangan, baik secara pribadi maupun melalui jejaring kolega middle-up yang dimiliki.
Setelah rangkaian silaturahim dengan DPRD, Dr. Carto juga melanjutkan dialog khusus bersama Ketua Yayasan An Naba, Bapak Kusworo. Pertemuan ini semakin mempererat sinergi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol keberkahan, pihak yayasan menyerahkan buah tangan berupa hasil panen kebun organik An Naba Farm kepada Dr. Carto, yang merupakan dosen Hukum Syariah UIN Kudus. Produk yang diberikan antara lain daun kelor, kangkung organik, cabai organik, dan terong ungu organik.
Dr. Carto menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang dilakukan oleh pengurus Yayasan An Naba, khususnya dalam mengembangkan sektor pertanian organik sebagai bagian dari kemandirian lembaga. Ia juga mengapresiasi kemampuan yayasan dalam membangun komunikasi dan diterima dengan baik oleh DPRD Rembang.
Menurutnya, pertemuan dengan kalangan middle-up seperti hari ini menjadi pintu strategis untuk membuka berbagai peluang kerja sama, baik dalam aspek finansial, dukungan program, maupun penguatan strategi kelembagaan. Ke depan, diharapkan dapat terwujud dukungan lebih konkret, termasuk peluang hibah lahan atau bangunan dari pemerintah untuk mendukung kemaslahatan umat melalui program-program An Naba.
Momentum ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dibangun dengan ketulusan dan visi besar dapat membuka jalan kolaborasi yang luas dan berkelanjutan. (Rochmad Taufiq -untuk Indonesia)












